ANEKA GAYA BICARA
Setiap orang mempunyai gaya komunikasi yang berbeda, disamping gaya bahasa yang berbeda logatpun juga berbeda. Maka dari itu diperlukan jurus khusus agar komunikasi anda berjalan dengan lancar sesuai apa yang diinginkan. setelah saya mengetahui pengetahuan yang seperti ini ketika saya mendengarkan bapak Dosen yang lucu yang sudah mengisi dua kali perkuliahan dikelas kami, masya allah luar biasa beliau ini. Memaparkan ciri ciri dan karakter manusia yang memiliki gaya yang berbeda. Entah saya tidak bisa membayangkan kok bisa secerdas ini dosen HML ini, ketika mataku memandang memperhatikan gerak gerik ini seorang dosen, alisku yang sebelah kanan bergerak seolah-olah seperti menari diatas dahiku, dengan gaya komunikasi yang lucu yang diperagakan oleh pak dosen sehingga saya cukup senang dan tak bosan ketika saya mendengarkan apa yang disampaikan beliau. Dengan pakaian yang digunakan dan memakai rompi switer terlihat modis sekali dosen ini seperti masih berumur 25 tahun.
Dalam benaku seketika saya memandang dan memperhatikan saya teringat keluarga saya yang hampir mirip dengan kerabat saya yang karakter parasnya seperti dosen saya ini hitam manis, dan pembedanya hanya pada badannya saja kalau keluarga saya agak kurus dan kalau dosen yang lucu ini cukup lumayan gemuk. Keasyikan pak faqih pada saat menyampaikan pesannya juga saya teringat ketika beliau mencontohkan fakta yang sering terjadi di zaman sekarang lalu mengekspresikan gerak geriknya itulah yang membuat menarik dalam penyampaiannya, disamping orangnya lucu seakan akan teman teman hanyut dalam cerita pak faqih. Dengan penyampaian pak dosen yang lucu dan manis itu teman-teman yang mengantuk pun akan hilang bahkan ketika kelas saya duduk di bangku sebelah kanan bangku kedua dari samping dengan lantai yang kotor dibawah saya tak terduga pasir dan airpun tercampur kotoran dari alas kaki yang sudah menginjak jalan dan becek sehingga kotoran tersebut masuk ke dalam kelas, kebetulan kotoran tersebut ada di bawah kaki saya, dengan kotornya kelas yang berada di bawah kaki saya itupun tak kurasakan bahkan ingin kubersihkan sampai tidak sempat karena keasyikan mendengarkan pak Faqih yang sedang menerangkan masalah gaya komunikasi.
Sayangnya ketika pak Faqih hendak menerangkan proyektor yang sudah ada di kelas kami tidak berfungsi dengan baik, beberapa kali kucoba agar supaya bisa bahkan saya mau menyerah dan pergi ke kantor akademik Fakultas Dakwah dan komunikasi, disitu saya ingin lapor bahwa kelas kami yang berada di gedung utama Fakultas Dakwah dan Komunikasi di lantai dua pojok sebelah kanan bahwa proyektor tidak berfungsi dengan baik, dan saya bilang kepada pak Salim atau yang biasanya saya sebut pakde karena saya sering sekali meminjam peralatan fakultas seperti Sound, Proyektor, kabel dan sebagainya jadi saya memanggil pakde. Setelah itu saya lapor “pakde proyektor di lantai 2 tidak berfungsi gambarnya muncul proyektor muncul tapi tidak conect” lalu yang menjawab bukan pakde sebab pakde lagi sibuk, terus yang menjawab ada salah satu pegawai akademik Fakultas Dakwah dan Komunikasi yang ciri-cirinya pendek putih kepalanya agak botak gak pernah senyum dan jahat lagi, orang inilah yang mau saya laporkan ke bu Dekan, saya ingin pegawai itu diganti jabatannnya atau di pecat saja sebab melayani mahasiswa tidak dengan tersenyum lalu selalu memergoki dengan kata-kata yang kasar. Orang seperti itu tidak layak jadi pegawai apalagi di Fakultas Dakwah, meskipun saya masih mahassiwa saya wajib komplain dengan pelayanan yang kurang baik. Bahkan pelayanan yang kurang baik itu tidak satu dua kali bahkan berkali kali, waduh sungguh pegawai seperti itu tidak layak masuk fakultas dakwah, semoga tulisan saya ini di baca oleh pegawai akademik fakultas dakwah.
Mangkelnya lagi pada saat saya bilang “ pak ini saya waktunya Prof. Ali, kami butuh proyektor karena yang mengisi kuliah yakni tamu dari luar atau kenalannya prof ali,” dengan saya mengatakan seperti itu, mereka sama sekali tidak memperdulikan untunngnya saya masih menahan emosi, lalu pegawai yang kurang senyum itu membantahnya “ya gak tau mas, wong di kelas sudah ada yaitu aja di pakai, kalaupun masih gak bisa coba diben erin sendiri agar bisa” dengan rasa cueknya masya allah, saya menghempaskan nafas saya menahan amarah rasa tidak terima saya ketika guru yang saya kagumi terus saya sebut mereka tidak ada peduli sama sekali. Saya ingin melawannya namun saya beristigfar, akhirnya saya kembali ke kelas dan berjalan menyusuri dan menaiki tangga menuju kelas dengan wajah saya yang penuh dengan amarah namun saya masuk kelas dengan penuh senyuman, setelah itu saya mengambil tongkat atau alat yang bisa saya gunakan untuk meng-otak-atik proyektor yang di atas, setalah saya berusaha semaksimal mungkin dan badan yang berkeringat dan menetes dari ujung rambut sampai kepala membasahi baju batiku akhirnya tetap tidak berfungsi dengan baik proyektor itu. Akhirnya teman-teman pada kecewa karena pak faqih sudah siap memaparkan dan akan memakai proyektor namun proyektor tidak mendukung jadilah perkuliahan kita tidak menggunakan proyektor. Dan alhamdulillah meskipun proyektor tidak berfungsi tapi tetapm saya dan teman-teman tetap semangat akan menerima ilmu dari pak dosen yang lucu itu yakni Pak Nasrul faqih.
Dengan dimulainya perkuliahan pak faqih memulainya dengan menyapa seperti biasanya “halo” kata pak Faqih, di jawab oleh teman-teman “hai” namun teman-teman kurang kompak dalam menjawabnya akhirnya pak faqih mengulangi lagi “halooo” teman-teman menjawab “haaaaaaaai” akhirnya pak Faqih juga tersenyum. Teman temanpun lega dan juga membalas senyumannya. Melihat di meja pak faqih terdapat buku buku karyanya uakni buku yang terlihat jauh kelihatan putih entah saya kurang tahu persis beliau membawa buku sebanyak berapa dan saya ingin sekali memilikinya saya berharap buku itu diberikan kepada saya ternyata juga diperjual belikan, akhirnya saya juga ingin membeli namun bukunya hanya terbatas dan buku-buku yang dibawah oleh pak faqih tadi habis lenyap di borong teman teman, padahal saya ingin memilikinya karena karya pak dosen yang kudambakan dan juga yang membuat senang lagi bukui itu berjudul kiat sukses menjadi Da’i, wah sungguh ini buku yang saya cari, saya ingin belajar dari buku karya pak Faqih ini, namun saya kurang cepat untuk mengambil buku ini akhirnya saya bersedih dan kecewa, tapi biarlah mungkin minggu depan akan dibawakan lagi oleh pak faqih, semoga aja beliau tidak lupa untuk membawa bukunya lagi, akhirnyan saya memesan kepada salah satu teman saya yakni yang mencatat teman-teman yang mau memesan bukunya pak faqih akhirnya saya mengacungkan diri dan saya ingin pesan bukunya pak faqih, ditulislah nama saya, namun agak sedikit lega, kemudia ketika saya duduk disamping kursi teman saya yakni ynag bernama Faizin, beliau adalah sahabat saya yang selalu menemani saya pada saat ngopi, ngobrol dan diskusi bahkan juga saya ajak ngaji dirumah saya, mas faizin ini waktu itu duduk disebelah saya dan buku karya pak faqih dia sudah mempunyainya akhirnya saya ambil dan saya lihat tanpa ijinpun saya ambil lalu saya baca sekilas judul dan isi bukunya, ternyata luar biasa isi buku itu meskipun saya belum membaca sepenuhnya, tetapi hati sudah merasa senang karena buku ini ingin saya pinjam dulu, namun buku yang saya pegang ini dirampas oleh yang punya yakni mas faizin tadi akhirnya saya bilang “zin bukunya saya pinjam dulu boleh ya\..” lalu dengan lantangnya mas Faizin menjawab “enak e ini saya beli kim, udah sana pesan nanti minggu depan akan dibawakan lagi oleh pak Faqih” terkejut saya dan terdiam. Hati saya berkata “saya harus sabar mungkin minggu depan saya bisa memiliki buku itu”.
Akhirnya saya tetap duduk dan mendengarkan pak faqih yang sedang menerangkan, pada saat itu beliau menerangkan masalah gaya komunikasi dengan karakterorang yang visual artinya orang yang memahami dengan cara melihat seperti orang yang menerangkan memakai layar dan, adalagi yang dicontohkan pak faqih jadi orang Visual itu biasanya kalau bicara cepat, jadi ketika orang berkomunikasi dengan ornag lain biasanya tipe orang visual ketika sedang menerima telpon dan berkomunikasi dengan orang lain dia menajwab dengan sangat cepat, kemudian gaya selanjutnya, kalau telepon biasanya sambil menulis padahal yang dituis itu tidak jelas atau hanaya oret-oretan belaka. Kemudian kalau ornag itu tipe visual mereka memahami dan mempercayai keyika melihat data yang valid, seperti yang di contohkan dan diperagakkan oleh dosen yang HML ini, yakni “menurut berita yang saya dengar dari koran” nah disitu dengan karakter seseorang yang visual mereka menjelaskan kepada orang lain yang sekiranya aneh, padahal koran, kenapa mereka menjelaskan mendengar dari koran, kan sebenarnya koran itu dibaca bukan didengar.
Disitulah yang saya tangkap dari penjelasan dari pak Faqih, dan masih ada lagi tentang ciri ciri, orang yang mempunyai karakter visual, orang visual itu tampilannnya rapi enak dipandang, dan cewek itu suka pria yang rapi maka jadilah orang yang rapi enak dipandang, maka kalau enak dipandang gaya komunikasi kita terhadap orang lain kan bertambah lancar dan enjoy, kalau kita meyanksikan di perkantoran-perkantoran banyak karyawan yang rapi rapi pakaiannnya, rambutnya, dan segala aspek yang bisa dipandang orang lain terihat nyaman. Dan juga kerapian seseorang itu membuat komunikan enak dan komunikasi insya allah berjalan dengan lancar, serta apa yang di harapkan dari komunikasi tersebut bisa tercapai. Sebab komunikasi sangat dinamis jika salah satu unsur komunikasi yang masioh kiurang sempurna atau yang dibiasanya kurang efektif maka perlulah gaya bahasa atau gaya penampilan yang harus dirubah.
Kalau orang Visual biasanya memahami atau mengambil keputusan berdasarkan data, dan juga ngeyel biasanya, ada seseorang yang dekat dengan saya yakni bisa saya sebut dengan teman akrab, karena orangnya ngeyel kalau diberi informasi dan selalu membantah dan menanyakan kemabali atas info yang saya beritahu, sebenarnya seseoreang yang mempunyai karakter yang seperti ini justru baik karena orang yang seperti akan dijadikan acuan atau kalau dalam ilmu komunikasi bisa dikatakan dengan debat terus dialog dan sebagainya. Karena dengan kengeyelannya membuat sang komunikator itu bingung untuk memberikan pemahaman bagaimana caranya agar orang yang saya ajak bicara benar-benar paham. Untunglah ketika saya mendengar dan memperoleh ilmu dari pak Faqih sangat berarti, karena moment seperti ini penting sekali apalagi di akhir akhir ini saya sering bertemu dengan orang-orang eksekutif atau pejabat-pejabat dan orang-orang elit guna audiensi atau presesntasi di kantor masing masing pejabat, karena saya sering bertemu dengan orang seperi itu tentunya saya harus mengetahui dan faham betul tentang gaya berkomunikasi.
Selanjutnya yakni auditoring, inilah gaya komunikasi yang berkarakter lebih sering mendengar, seperti yang saya contohkan”menurut berita yang saya dengar dari koran” itulah pokonya orang itu lebih senang lebih paham ketika berkomunikasi melalui pendengaran yang lebih jelih.
Minggu, 19 April 2015
Sabtu, 18 April 2015
mendobrak Nasib
MENDOBRAK NASIB
Kita ketahui bahwa usaha yang kita lakukan bukan semata–mata kerja keras kita sendiri, kita berjuang merupakan kewajiban bagi kita untuk hidup di dunia ini, namun semua apapun yang kita inginkan dan meskipun belum tercapai bukan berarti Allah tidak mengakabulkan do’a kita, tentu allah sudah mempunyai rencana atau allah mempunyai skenario yang berbebda di luar pemikiran kita. Maka dari itu kita tidak boleh putus asa dengan usaha yang kita lakukan. Tetap optimis bahwa suatu saat allah selalu memberikan kebaikan dan kemuliaan terhadap kita semua, karena kita makhluk ciptaan Allah, pasti allah akan menolong kita. Kita tak boleh menagih dan memaksa apa yang kita inginkan, pasti Allah memberikan yang lebih. Oleh karnannya kita harus tetap berusaha berdoa dan tetaplah beristiqomah.
Hari selasa tanggal 7 april 2015, ketika saya mengikuti perkuliahan seperti biasanya, saya merasakan termotivasi dengan seorang yang dulunya gagap dalam bicara namun sekarang menjadi seorang motivator, sungguh luar biasa. Jika Allah sudah berkehendak hal yang tidak mungkin pun bisa terjadi menjadi kenyataan “subhannallah”. Dari tidak bisa berbicara dengan normal akhirnya menjadi pandai berbicara di depan public bahkan nilai jam terbangnya sekarang sangat padat, mengisi acara di berbagai daerah. Ketika saya mendengarkan pembicaraannya seperti orang yang sangat lancar berbicara, dan tidak diketahui pun kata-kata yang berbelit, suaranya yang jelas lucu ketika di dengar apalagi ketika ia berdiri dan memperagakkan bicaranya dengan gerakan gerakan yang membuat saya tertawa terbahak-bahak sampai rasa kantuku hilang seketika. Apalagi pada saat beliau berbicara lalu memandang cincin batu aqiku lalu di ia berkata “itu yang pakai aqik sudah gak ngantuk lagi, karena keberatan batu aqiknya, andaikan saya diberi satu mungkin gak akan pernah ngantuk lagi” mendengar perkataan seperti itu akhirnya badan saya kembali tegak dan mata memandang beliau serta batu aqiku saya lepas dan saya masukin ke saku bajuku.
Setelah rasa kantuk sudah mulai hilang tertanyata saya langsung memperhatikan betul apa yang disampaikan seorang dosen yang gemuk hitam manis serta lucu yakni bapak Nasrul Faqih Syarif, luar biasa orangnya, sungguh tepat sekali mantan dekan Fakultas Dakwah atau yang disebut Prof.Dr. Ali Aziz. M.Ag dalam memilih dosen seperti pak faqih. Untuk mengajarkan mahasiswanya menulis dengan sebaik mungkin. Dosen yang lucu itu di beri mandat oleh prof Ali untuk mengajarkan mahasiwa agar pintar menulis, alhamdulillah baru sekali diajari beliau saya dan kawan kawan semangat dalam menulis. Dan pada saat itu pak Faqih memberikan motivasi agar teman teman tidak minder dalam menulis yakni beliau memberikan H I T , sebelumnya saya masih berfikir Hit itu mungkin nama obat nyamuk yang semprotan yang membuat nyamuk takut dan mati kelenger. Memang yang dimaksud dengan hit adalah Hancurkan penghalang impianmu tulikanlah tingkatkan Valensimu. Sungguh luar biasa pak Faqih mempunyai gagasan seperti itu, mendengar kata-kata “Hancurkan Penghalang” itu seperti ada dobrakan yang keras terhadap penghalang-penghalang yang menghalangi manusia untuk memcapai kesuksesan, sekuat tenaga dan terus berusaha menghancurkan penghalang yang kuat yaang tidak bisa di didobrrak menggunakan alat berat seperti bor, dam traktor dan sebagainya kita tak butuh itu untuk menghancurkan penghalang namun kita butuh semangat yang bergebuh-gebuh dan tak kenal rasa lelah dan putus asa itulah yang menjadi jurus untuk menghancurkan penghalang penghalangnnya. Namun hambatan-hambatan itu ada berbagai hambatan yang menghalangi kita yakni ada hambatan yang nampak dan ada hambatan yang tidak nampak, lalu seketika sampai dalam pembahasan hambatan ini pak Faqih bertanya kepada mahasiswa “mana yang lebih sulit dihancurkan hambatan yang nambak dengan hambatan yang tidak nampak” setelah saya berfikir memang hambatan yang sulit dihancurkan yaitu hambatan yang tidak nampak karena inilah yang paling sulit dikalahkan. Dengan semangat rekan-rekanku menjawab dari pertanyaan dari dosen yang disebut HML (hitam manis lucu), “ Hambatan yang tidak nampak pak yang sulit dihilangkan” betul kata pak Faqih. Penghalang ini termsuk berfikir negatif, banyak guru dan orang tua memberikan nasehat atau informasi selalu berfikir selalu negatif, sehingga anak didiknya di beri informasi yang negatif akan terjadi hal yang negatif pula, nah kalau sudah seperti ini, siapa yang disalahkan, waktu itu ada sebauh kisah pada saat ujian semua siswa-siswinya mengikuti ujian di pagi hari, biasanya di pagi hari adalah freshnya pikiran muridnya karena masih baru dan belum dimasukin informasi informasi lain sehingga otak jadi fresh, lalu sang guru sebelum membagikan soal dan kertas jawaban sang guru mengatakan “selama pelajaran ini sudah 4 tahun siswa siswi ini tidak ada yang lulus mengikuti ujian ini” dengan perkataan yang dilontarkan oleh guru tadi membuat siswa-siswinya berfikir “4 tahun gak ada yang lulus mengikuti ujian ini, apalagi saya yang baru sekali ikut ujian ini” stimulus yang disampaikan oleh guru tersebut langsung menerobos dan menggannggu keyakinan dan kepedean dalam mengerjakan ujian. Sehingga siswa-siswinya langsung dont, stress. Namun sekeetika beberapa menit kemudian ada salah siswa datang terlambat masuk kelas jadi tidak mendengar stimulus yang disampaikan oleh guru tadi, sehingga siswa yang datang terlambat tadi tidak sampai stres beliau hanya santai mengerjakan soal soal ujian sambil bersiul siul bibirnya, dan mengerjakan. Ternyata yang lulus itu ya hanya siswa yang datang terlambat tadi, karena siswa yang tidak terlambat dan mendengar pembicaraan guru yang mempunyai fikiran negatif sehingga tidak lulus semua yang lulus hanya siswa yang telat dan bersiul siul tadi. Jadi hindari fikiran-fikiran negatif itu karna itu sudah melawan kehendak allah, dan juga behuznudhon kepada Allah, Allah selalu memberikan yang terbaik untuk hambanya. Fikiran yang negatifklah yang membuat manusia diratapi kesedihan padahal allah berjanji selalu memberikan yang terbaik karena kita makhluk yang mulia. Untuk itu hati-hati dengan fikiran negatif jauhkan dan jangan sampai kau ucapkan. Inilah penghalang yang tidak nampak, supaya anda bisa mengerjakan sesuatu dan memperoleh hasil yang maksimal belajarlah dengan tekun hindarkan nerves dan fikiran negatif.
Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Mr. Faqih yakni fikiran negatif inilah yang membuat manusia dont sebelum melakukan sesuatu sebenarnya bukan kebodohan yang menjadi penghalang untuk mencapai kesuksesan, namun tetaplah optimis dan yakin pasti bisa hindari fikiran negatif. Dan sifat berfikir negatif merupakan bentuk perilaku setan karena berfikri negatif tenttu menunda kebaikan dan setan sangat senang kalau kita menunda kebaikan sebab akan ada jurus lagi agar ia tidak dapat melakukan kebaikan, setan bahagia jika manusia masih terlalau banyak menunda kebaikan apalagi menuju kesuksesan, karena setan mempunyai sifat D3 inilah gagasan dari pak Faqih yang menyatakan setan mempunyai sifat 3D yakni dendam, dengki, dongkol. Kita ini makhluk yang mulia tentunya kalau kita berf positif tentu Allah juga akan mengkabulkan dan menolongnya. Dengan penyampaian pak faqih yang menerangkan sepeerti itu dan yang saya tangkap dari penjelasan beliau memang benar, dan sangat rasional kenapa begitu?”jawabannya adalah kebanyakan selalu minder sebelum melakukan, seperti keong yang sedang berjalan namun masih malu untuk berjalan. Untuk itu janganlah meniru keong tirulah kuda yang mau berlari kencang meskipun matanya tertutup ketika berjalan dan yakin kuda akan sampai pada tujuan. Selanjutnya yang menjadi penghalang selain berfikir negatif yakni masalah usia, banyak orang yang ingin merubah gaya hidupnya terlalu mengantung pada usia, dan juga bahkan sampai meremehkan usia waktu itu pak faqih memberikan contoh yang bisa membuat saya tertawa dan setelah saya pikir-pikir ternyata benar juga yang dikatakan pak Faqih, “kalau yang muda biasanya meremehkan masa mudanya yakni hallah saya masih mudah aja ngapain saya berfikir jenjang pas udah tua, belum saatnya saya menjadi orang yang sukses itulah yang sering dikatakan anak muda begitu juga kebalikannnya yang tua selalu minder dengan rasa tuanya selalu berputus asa untuk melakukan sesuatu, waduh sudah tua mungkin saya gak bisa untuk melanjutkan jenjang berikutnya, nah kata-kata itu yang membuat manusia sudah minder terlebih dahulu dan itu juga merupakan bisikan syetan, karena menganggap bahwa usia lah yang membatasi kesuksesan” memang banyak manusia yang berfikiran seperti itu, seakan-akan tidak percaya terhadap Allah swt, padahal Allah akan memberikan jalan kesuksesan namun manusia yang melakukan kehendaknnya sendiri inilah yang sayangkan, dengan bisikan syetan manusia gampang tergoda oleh fikiran negatif membuat apa yang kita lakukan salau menunda bahkan bisa jadi tidak melakukan, kalaupun manusia sudah menunda untuk melakukan kebaikan syetan sudah bangga apalagi jika manusia menggagalkan niat baiknya waduh pasti syetan sudah bahagia sekali sukses menggoda manusia. Inilah penghalang manusia untuk melakukan kebaikan bahwa kita harus melawan dann kita dobrak penghalang ini jadilah seperti hercules yang tanpa menyerah untuk melakukan kebaikan dan harus berani seperti hercules juga hindari rasa takut dan minder jangan kau tunda-tunda untuk melakukan kebaikan, lakukan dan bergeraklah dan mulailah dengan bismillah agar selalu dalam lindungan allah tancapkan bismillah dalam hati kalian yakinlah bahwa apa yang kamu lakukan dengan kebaikan pasti allah menyutujui dan selalu memudahkan hambanya untuk menuju kesuksesan.
Disamping usia memang menjadi penghambat untuk melakukan kebaikan namun juga adalagi yang menjadikan penghalang yakni masalah kesehatan. Kalau sudah bicara sehat dan tidak sehat kita semua ini pasti memiliki akal yang sehat, allah menciptakan kita semua pasti allah memberikan kesempurnaan untuk kita semua kita diberi akal oleh allah agar digunakan sebaik-baik mungkin, allah senang jika hal yang diberinya kita gunakan dan juga harus kita gunakan dengan cara yang baik. Maka jangan sekali kali berkata bahwa “akal ku kurang sehat dalam melakukan seperti ini” jangan sampai kalian mengatakan seperti itu, allah akan marah kepada kita jika kita memahami bahwa IQ kita rendah atau lemah, akal kita ini semua sehat tidak ada IQ kita lemah kalau kita terus ters mengatakan seperti itu maka allahpun juga akan menuruti yang kalian katakan, “naudzubillahimindalikh”. Kembali yang awal tadi bahwa kita sering minder dengan kelemahan kita yang IQ rendah, Usia, kesehatan agak terganggu dan lain sebagainya. Dan ketika kita optimis bahwa kita pasti memiliki kualitas IQ yang tinggih tentu hal apapun yang bernilai kebaikan lakukanlah sesuai yang anda inginkan namun jangan sampai kalian gunakan untuk mencelakakan orang lain.
Selanjutnya dari hambatan-hambatan mulai dari berfikir negatif, usia, dan kesehatan, yakni selanjutnya masalah latar belakang pendidikan. Banyak orang yang minder dengan keterbatasan pendidikan juga ada yang mengatakan “ saya gak sekolah gimana saya mau sukses gimana saya mau maju” nah perkataan seperti itu yang melambangkan sudah negatif sudah gak percaya dengan kehendak allah sudah bicara inilah takdirku, sekarang banyak orang yang gak sekolah namun bisa sukses. Adalagi yang mengatakan “saya SD aja gak lulus bagaimna saya bisa sukses” banyak orang yang memahami seperti itu, keterbatasan pendidikan membuat orang minder dan putus asa. Dan dalam pembahasan ini waktu itu saya bertanya kepada bapak Nasrul Faqih dosen yang saya sebut lucu manis ini, pertanyaan masalah latar belakang pendidikan. Pada saat itu saya bertanya dengan latar belakang pendidikan saya sendiri, dan setalah saya bertanya yang menbuat saya lucu dan terus semangat ketika saya di nilai ngantukl ternyata saya di bilang” lho yang pakai peci ternyata mau tanya, saya kira tadi ngantuk, mungkin aqiknya membuat dia bangun lagi” tertawa saya “hahahah” dalam hatiku mengatakan pak faqih ini hebat kalau menebak mungkin pak faqih juga ingin ingin batu aqik juga.
Akhirnya pertanyaan saya dijawab olehnya yakni, kata beliau “saya harus mencari dimana letak kelebihanku agar saya tidak minder dalam pendidikan mesipun pendidikan saya lain dengan teman teman seperjuangan saya” saya kira jawaban pak Faqih sudah sangat tepat intinya saya harus menemukan nilai nilai kelebihan yang saya miliki terus kita olah dan asa sampai kita menjadi profesional dalam keahlihan dalam bidangku. Jangan nilang inilah nasib nasib bisa berubah kalau kita sudah usaha dan terus usaha dan berdo’a. Tak lama kemudian setelah menajwab pertanyaan saya , pak faqih bergegas pergi meninggalkan kelas karena ada acara di luar kota dan dosen yang lucu ini menawarkan kepada teman teman untuk mengikuti siaran Radio di smart Fm, sungguh ini merupakan moment yang menguntungkan. Disamping dosen yang lucu dan baik serta membuat mahasiswa semangat termotivasi. Lalu dosen keluar dan di jemput oleh pria atau mahasiswanya dan disiapkan barang bawakannnya.
Setelah Bapak Nasrul faqih keluar akhirnya Prof ali yang mengambil alih dan memberikan motivasi lagi lalu disaat dosen yang saya idolakan semangatku bertambah karena ada tambahan motivasi yang masuk dalam detakan hatiku sehingga saya segera bergegas melaksanakan apa yang akan di intruksikan. Sungguh kuduga Prof ali memberikan tugas buat saya. Dengan semangat saya yang tinggi kunanti secepatnya saya akan mengerjakannya. Karena tugasku adalah ibadahku.
Kita ketahui bahwa usaha yang kita lakukan bukan semata–mata kerja keras kita sendiri, kita berjuang merupakan kewajiban bagi kita untuk hidup di dunia ini, namun semua apapun yang kita inginkan dan meskipun belum tercapai bukan berarti Allah tidak mengakabulkan do’a kita, tentu allah sudah mempunyai rencana atau allah mempunyai skenario yang berbebda di luar pemikiran kita. Maka dari itu kita tidak boleh putus asa dengan usaha yang kita lakukan. Tetap optimis bahwa suatu saat allah selalu memberikan kebaikan dan kemuliaan terhadap kita semua, karena kita makhluk ciptaan Allah, pasti allah akan menolong kita. Kita tak boleh menagih dan memaksa apa yang kita inginkan, pasti Allah memberikan yang lebih. Oleh karnannya kita harus tetap berusaha berdoa dan tetaplah beristiqomah.
Hari selasa tanggal 7 april 2015, ketika saya mengikuti perkuliahan seperti biasanya, saya merasakan termotivasi dengan seorang yang dulunya gagap dalam bicara namun sekarang menjadi seorang motivator, sungguh luar biasa. Jika Allah sudah berkehendak hal yang tidak mungkin pun bisa terjadi menjadi kenyataan “subhannallah”. Dari tidak bisa berbicara dengan normal akhirnya menjadi pandai berbicara di depan public bahkan nilai jam terbangnya sekarang sangat padat, mengisi acara di berbagai daerah. Ketika saya mendengarkan pembicaraannya seperti orang yang sangat lancar berbicara, dan tidak diketahui pun kata-kata yang berbelit, suaranya yang jelas lucu ketika di dengar apalagi ketika ia berdiri dan memperagakkan bicaranya dengan gerakan gerakan yang membuat saya tertawa terbahak-bahak sampai rasa kantuku hilang seketika. Apalagi pada saat beliau berbicara lalu memandang cincin batu aqiku lalu di ia berkata “itu yang pakai aqik sudah gak ngantuk lagi, karena keberatan batu aqiknya, andaikan saya diberi satu mungkin gak akan pernah ngantuk lagi” mendengar perkataan seperti itu akhirnya badan saya kembali tegak dan mata memandang beliau serta batu aqiku saya lepas dan saya masukin ke saku bajuku.
Setelah rasa kantuk sudah mulai hilang tertanyata saya langsung memperhatikan betul apa yang disampaikan seorang dosen yang gemuk hitam manis serta lucu yakni bapak Nasrul Faqih Syarif, luar biasa orangnya, sungguh tepat sekali mantan dekan Fakultas Dakwah atau yang disebut Prof.Dr. Ali Aziz. M.Ag dalam memilih dosen seperti pak faqih. Untuk mengajarkan mahasiswanya menulis dengan sebaik mungkin. Dosen yang lucu itu di beri mandat oleh prof Ali untuk mengajarkan mahasiwa agar pintar menulis, alhamdulillah baru sekali diajari beliau saya dan kawan kawan semangat dalam menulis. Dan pada saat itu pak Faqih memberikan motivasi agar teman teman tidak minder dalam menulis yakni beliau memberikan H I T , sebelumnya saya masih berfikir Hit itu mungkin nama obat nyamuk yang semprotan yang membuat nyamuk takut dan mati kelenger. Memang yang dimaksud dengan hit adalah Hancurkan penghalang impianmu tulikanlah tingkatkan Valensimu. Sungguh luar biasa pak Faqih mempunyai gagasan seperti itu, mendengar kata-kata “Hancurkan Penghalang” itu seperti ada dobrakan yang keras terhadap penghalang-penghalang yang menghalangi manusia untuk memcapai kesuksesan, sekuat tenaga dan terus berusaha menghancurkan penghalang yang kuat yaang tidak bisa di didobrrak menggunakan alat berat seperti bor, dam traktor dan sebagainya kita tak butuh itu untuk menghancurkan penghalang namun kita butuh semangat yang bergebuh-gebuh dan tak kenal rasa lelah dan putus asa itulah yang menjadi jurus untuk menghancurkan penghalang penghalangnnya. Namun hambatan-hambatan itu ada berbagai hambatan yang menghalangi kita yakni ada hambatan yang nampak dan ada hambatan yang tidak nampak, lalu seketika sampai dalam pembahasan hambatan ini pak Faqih bertanya kepada mahasiswa “mana yang lebih sulit dihancurkan hambatan yang nambak dengan hambatan yang tidak nampak” setelah saya berfikir memang hambatan yang sulit dihancurkan yaitu hambatan yang tidak nampak karena inilah yang paling sulit dikalahkan. Dengan semangat rekan-rekanku menjawab dari pertanyaan dari dosen yang disebut HML (hitam manis lucu), “ Hambatan yang tidak nampak pak yang sulit dihilangkan” betul kata pak Faqih. Penghalang ini termsuk berfikir negatif, banyak guru dan orang tua memberikan nasehat atau informasi selalu berfikir selalu negatif, sehingga anak didiknya di beri informasi yang negatif akan terjadi hal yang negatif pula, nah kalau sudah seperti ini, siapa yang disalahkan, waktu itu ada sebauh kisah pada saat ujian semua siswa-siswinya mengikuti ujian di pagi hari, biasanya di pagi hari adalah freshnya pikiran muridnya karena masih baru dan belum dimasukin informasi informasi lain sehingga otak jadi fresh, lalu sang guru sebelum membagikan soal dan kertas jawaban sang guru mengatakan “selama pelajaran ini sudah 4 tahun siswa siswi ini tidak ada yang lulus mengikuti ujian ini” dengan perkataan yang dilontarkan oleh guru tadi membuat siswa-siswinya berfikir “4 tahun gak ada yang lulus mengikuti ujian ini, apalagi saya yang baru sekali ikut ujian ini” stimulus yang disampaikan oleh guru tersebut langsung menerobos dan menggannggu keyakinan dan kepedean dalam mengerjakan ujian. Sehingga siswa-siswinya langsung dont, stress. Namun sekeetika beberapa menit kemudian ada salah siswa datang terlambat masuk kelas jadi tidak mendengar stimulus yang disampaikan oleh guru tadi, sehingga siswa yang datang terlambat tadi tidak sampai stres beliau hanya santai mengerjakan soal soal ujian sambil bersiul siul bibirnya, dan mengerjakan. Ternyata yang lulus itu ya hanya siswa yang datang terlambat tadi, karena siswa yang tidak terlambat dan mendengar pembicaraan guru yang mempunyai fikiran negatif sehingga tidak lulus semua yang lulus hanya siswa yang telat dan bersiul siul tadi. Jadi hindari fikiran-fikiran negatif itu karna itu sudah melawan kehendak allah, dan juga behuznudhon kepada Allah, Allah selalu memberikan yang terbaik untuk hambanya. Fikiran yang negatifklah yang membuat manusia diratapi kesedihan padahal allah berjanji selalu memberikan yang terbaik karena kita makhluk yang mulia. Untuk itu hati-hati dengan fikiran negatif jauhkan dan jangan sampai kau ucapkan. Inilah penghalang yang tidak nampak, supaya anda bisa mengerjakan sesuatu dan memperoleh hasil yang maksimal belajarlah dengan tekun hindarkan nerves dan fikiran negatif.
Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Mr. Faqih yakni fikiran negatif inilah yang membuat manusia dont sebelum melakukan sesuatu sebenarnya bukan kebodohan yang menjadi penghalang untuk mencapai kesuksesan, namun tetaplah optimis dan yakin pasti bisa hindari fikiran negatif. Dan sifat berfikir negatif merupakan bentuk perilaku setan karena berfikri negatif tenttu menunda kebaikan dan setan sangat senang kalau kita menunda kebaikan sebab akan ada jurus lagi agar ia tidak dapat melakukan kebaikan, setan bahagia jika manusia masih terlalau banyak menunda kebaikan apalagi menuju kesuksesan, karena setan mempunyai sifat D3 inilah gagasan dari pak Faqih yang menyatakan setan mempunyai sifat 3D yakni dendam, dengki, dongkol. Kita ini makhluk yang mulia tentunya kalau kita berf positif tentu Allah juga akan mengkabulkan dan menolongnya. Dengan penyampaian pak faqih yang menerangkan sepeerti itu dan yang saya tangkap dari penjelasan beliau memang benar, dan sangat rasional kenapa begitu?”jawabannya adalah kebanyakan selalu minder sebelum melakukan, seperti keong yang sedang berjalan namun masih malu untuk berjalan. Untuk itu janganlah meniru keong tirulah kuda yang mau berlari kencang meskipun matanya tertutup ketika berjalan dan yakin kuda akan sampai pada tujuan. Selanjutnya yang menjadi penghalang selain berfikir negatif yakni masalah usia, banyak orang yang ingin merubah gaya hidupnya terlalu mengantung pada usia, dan juga bahkan sampai meremehkan usia waktu itu pak faqih memberikan contoh yang bisa membuat saya tertawa dan setelah saya pikir-pikir ternyata benar juga yang dikatakan pak Faqih, “kalau yang muda biasanya meremehkan masa mudanya yakni hallah saya masih mudah aja ngapain saya berfikir jenjang pas udah tua, belum saatnya saya menjadi orang yang sukses itulah yang sering dikatakan anak muda begitu juga kebalikannnya yang tua selalu minder dengan rasa tuanya selalu berputus asa untuk melakukan sesuatu, waduh sudah tua mungkin saya gak bisa untuk melanjutkan jenjang berikutnya, nah kata-kata itu yang membuat manusia sudah minder terlebih dahulu dan itu juga merupakan bisikan syetan, karena menganggap bahwa usia lah yang membatasi kesuksesan” memang banyak manusia yang berfikiran seperti itu, seakan-akan tidak percaya terhadap Allah swt, padahal Allah akan memberikan jalan kesuksesan namun manusia yang melakukan kehendaknnya sendiri inilah yang sayangkan, dengan bisikan syetan manusia gampang tergoda oleh fikiran negatif membuat apa yang kita lakukan salau menunda bahkan bisa jadi tidak melakukan, kalaupun manusia sudah menunda untuk melakukan kebaikan syetan sudah bangga apalagi jika manusia menggagalkan niat baiknya waduh pasti syetan sudah bahagia sekali sukses menggoda manusia. Inilah penghalang manusia untuk melakukan kebaikan bahwa kita harus melawan dann kita dobrak penghalang ini jadilah seperti hercules yang tanpa menyerah untuk melakukan kebaikan dan harus berani seperti hercules juga hindari rasa takut dan minder jangan kau tunda-tunda untuk melakukan kebaikan, lakukan dan bergeraklah dan mulailah dengan bismillah agar selalu dalam lindungan allah tancapkan bismillah dalam hati kalian yakinlah bahwa apa yang kamu lakukan dengan kebaikan pasti allah menyutujui dan selalu memudahkan hambanya untuk menuju kesuksesan.
Disamping usia memang menjadi penghambat untuk melakukan kebaikan namun juga adalagi yang menjadikan penghalang yakni masalah kesehatan. Kalau sudah bicara sehat dan tidak sehat kita semua ini pasti memiliki akal yang sehat, allah menciptakan kita semua pasti allah memberikan kesempurnaan untuk kita semua kita diberi akal oleh allah agar digunakan sebaik-baik mungkin, allah senang jika hal yang diberinya kita gunakan dan juga harus kita gunakan dengan cara yang baik. Maka jangan sekali kali berkata bahwa “akal ku kurang sehat dalam melakukan seperti ini” jangan sampai kalian mengatakan seperti itu, allah akan marah kepada kita jika kita memahami bahwa IQ kita rendah atau lemah, akal kita ini semua sehat tidak ada IQ kita lemah kalau kita terus ters mengatakan seperti itu maka allahpun juga akan menuruti yang kalian katakan, “naudzubillahimindalikh”. Kembali yang awal tadi bahwa kita sering minder dengan kelemahan kita yang IQ rendah, Usia, kesehatan agak terganggu dan lain sebagainya. Dan ketika kita optimis bahwa kita pasti memiliki kualitas IQ yang tinggih tentu hal apapun yang bernilai kebaikan lakukanlah sesuai yang anda inginkan namun jangan sampai kalian gunakan untuk mencelakakan orang lain.
Selanjutnya dari hambatan-hambatan mulai dari berfikir negatif, usia, dan kesehatan, yakni selanjutnya masalah latar belakang pendidikan. Banyak orang yang minder dengan keterbatasan pendidikan juga ada yang mengatakan “ saya gak sekolah gimana saya mau sukses gimana saya mau maju” nah perkataan seperti itu yang melambangkan sudah negatif sudah gak percaya dengan kehendak allah sudah bicara inilah takdirku, sekarang banyak orang yang gak sekolah namun bisa sukses. Adalagi yang mengatakan “saya SD aja gak lulus bagaimna saya bisa sukses” banyak orang yang memahami seperti itu, keterbatasan pendidikan membuat orang minder dan putus asa. Dan dalam pembahasan ini waktu itu saya bertanya kepada bapak Nasrul Faqih dosen yang saya sebut lucu manis ini, pertanyaan masalah latar belakang pendidikan. Pada saat itu saya bertanya dengan latar belakang pendidikan saya sendiri, dan setalah saya bertanya yang menbuat saya lucu dan terus semangat ketika saya di nilai ngantukl ternyata saya di bilang” lho yang pakai peci ternyata mau tanya, saya kira tadi ngantuk, mungkin aqiknya membuat dia bangun lagi” tertawa saya “hahahah” dalam hatiku mengatakan pak faqih ini hebat kalau menebak mungkin pak faqih juga ingin ingin batu aqik juga.
Akhirnya pertanyaan saya dijawab olehnya yakni, kata beliau “saya harus mencari dimana letak kelebihanku agar saya tidak minder dalam pendidikan mesipun pendidikan saya lain dengan teman teman seperjuangan saya” saya kira jawaban pak Faqih sudah sangat tepat intinya saya harus menemukan nilai nilai kelebihan yang saya miliki terus kita olah dan asa sampai kita menjadi profesional dalam keahlihan dalam bidangku. Jangan nilang inilah nasib nasib bisa berubah kalau kita sudah usaha dan terus usaha dan berdo’a. Tak lama kemudian setelah menajwab pertanyaan saya , pak faqih bergegas pergi meninggalkan kelas karena ada acara di luar kota dan dosen yang lucu ini menawarkan kepada teman teman untuk mengikuti siaran Radio di smart Fm, sungguh ini merupakan moment yang menguntungkan. Disamping dosen yang lucu dan baik serta membuat mahasiswa semangat termotivasi. Lalu dosen keluar dan di jemput oleh pria atau mahasiswanya dan disiapkan barang bawakannnya.
Setelah Bapak Nasrul faqih keluar akhirnya Prof ali yang mengambil alih dan memberikan motivasi lagi lalu disaat dosen yang saya idolakan semangatku bertambah karena ada tambahan motivasi yang masuk dalam detakan hatiku sehingga saya segera bergegas melaksanakan apa yang akan di intruksikan. Sungguh kuduga Prof ali memberikan tugas buat saya. Dengan semangat saya yang tinggi kunanti secepatnya saya akan mengerjakannya. Karena tugasku adalah ibadahku.
Senin, 06 April 2015
3 KERUGIAN ORANG YANG JAUH DARI ULAMA
1. Dicabut barokah usahanya oleh Allah swt ( yarfaullahu ‘Alaihi albarokata min kasbihim dalam bahasa hadist )
sering kita temui dalam kehidupan ini, orang sukses dalam segala aspek di dunia baik pangkat, kedudukan maupun harta, akan tetapi semua ini makin menjaukan hubungan dengan Allah, sehingga kering batinnya dan kadang buta matanya dan tidak pernah mau mendengarkan nilai-nilai kebesarannya dan ajakannya.
Ulama sebagai salah satu kholifatullah mungkin akan bertanya atau terjadi diskusi kecil, dengan topik “Mengapa kita harus dekat dengan ulama atau Kiyai ? ....” terjadilah argumentasi dari sudut pandang masing-masing pihak dan memang sangat menyenangkan diskusi semacam ini jarang terjadi di tengah – tengah kehidupan kita, jika tentang politik banyak diramaikan dengan adu argumentasi, bidang Ekonomi, kebudayaaan, apalagi bidang teknologi baik informasi, dirgantara Automotive. Dll.
2. Dijadikan oleh Allah pemimpin yang dzolim
jika sudah presiden, menteri atau kabinet, gubernur, bupati atau Walikota, sampai RW dan RT sebagai alat negara atau aparatur negara melakukan perbuatan dzolim ( aniaya, amoral ) maka dapat dibayangkan kondisi masyrakat yang dipimpinnya sedangkan penyelenggara negara ada ekskutif, legislatif dan yudikatif.
3. Meninggal Dunia tanpa Membawa Iman
Barokah adalah menyelamatkan kita di dunia sampai menjuju akhirat. Etimologi bahasa artinya adalah sukses, berhasil untung, enak, tenang manfaat atau mulia. Semakin majunya teknologi di dunia ini berbanding lurus dengan kemampuan berfikir manusianya. Banyak yang sudah mulai lupa tentang manfaat atau mulai dirinya
Yang paling baik dan pintar. Mereka lupa ada orang orang yang sangat disayangi oleh allah. Akibatnya, maka allah akan mencabut barokah dari usahanya, dan allah akan memberikannya pemimpin yang dzolim atas dirinnya dan allah akan membuat dirinya dan allah akan membiuat dirinya meninggal dunia ( mati ) tanpa membawa iman.
1. Dicabut barokah usahanya oleh Allah swt ( yarfaullahu ‘Alaihi albarokata min kasbihim dalam bahasa hadist )
sering kita temui dalam kehidupan ini, orang sukses dalam segala aspek di dunia baik pangkat, kedudukan maupun harta, akan tetapi semua ini makin menjaukan hubungan dengan Allah, sehingga kering batinnya dan kadang buta matanya dan tidak pernah mau mendengarkan nilai-nilai kebesarannya dan ajakannya.
Ulama sebagai salah satu kholifatullah mungkin akan bertanya atau terjadi diskusi kecil, dengan topik “Mengapa kita harus dekat dengan ulama atau Kiyai ? ....” terjadilah argumentasi dari sudut pandang masing-masing pihak dan memang sangat menyenangkan diskusi semacam ini jarang terjadi di tengah – tengah kehidupan kita, jika tentang politik banyak diramaikan dengan adu argumentasi, bidang Ekonomi, kebudayaaan, apalagi bidang teknologi baik informasi, dirgantara Automotive. Dll.
2. Dijadikan oleh Allah pemimpin yang dzolim
jika sudah presiden, menteri atau kabinet, gubernur, bupati atau Walikota, sampai RW dan RT sebagai alat negara atau aparatur negara melakukan perbuatan dzolim ( aniaya, amoral ) maka dapat dibayangkan kondisi masyrakat yang dipimpinnya sedangkan penyelenggara negara ada ekskutif, legislatif dan yudikatif.
3. Meninggal Dunia tanpa Membawa Iman
Barokah adalah menyelamatkan kita di dunia sampai menjuju akhirat. Etimologi bahasa artinya adalah sukses, berhasil untung, enak, tenang manfaat atau mulia. Semakin majunya teknologi di dunia ini berbanding lurus dengan kemampuan berfikir manusianya. Banyak yang sudah mulai lupa tentang manfaat atau mulai dirinya
Yang paling baik dan pintar. Mereka lupa ada orang orang yang sangat disayangi oleh allah. Akibatnya, maka allah akan mencabut barokah dari usahanya, dan allah akan memberikannya pemimpin yang dzolim atas dirinnya dan allah akan membuat dirinya dan allah akan membiuat dirinya meninggal dunia ( mati ) tanpa membawa iman.
Tak kusangka
Terkejut menyaksikan dosen saya yang sedang menahan kemarahannya, setelah itu saya melihat seorang pembimbing sekaligus sebagai guru yang saya idolakan ternyata mampu menghentinkan emosinya, Ketika mahasiswa datang terlambat. Sungguh perasaan kaget saya sampai sekarang masih terasa. Saya mengira bahwa orang pintarpun seperti Prof Ali Aziz ternyata bisa juga marah.
Dengan ekspresi wajah yang mengumam dan berkaca mata miring, seakan akan seperti bukan Prof Ali, yang saya kenal selama ini, yang orangnya lemah lembut dan penyayang bagi anak didiknya, tidak suka marah, ternyata saya ingat minggu lalu pada hari yang seperti biasanya, selasa pukul 12.20 wib, dengan cuaaca yang sangat panas setalah berjalan dari masjid Ulul albab setelah melaksanakan sholat duhur berjamaah dengan terik panas matahari yang menyinari bumi dengan lambat laun awan awan terhembus angin pria hebat itu berjalan dari tempat pengimaman menuju ke pintu keluar Masjid Ulul albab, untuk mengambil sepatu yang biasa ia gunakan untuk mengajar mahasiswa Uin Sunan Ampel fakultas Dakwah .
Dosen yang terkenal dengan ilmu Retorikanya itu, saya ingat pada saat saya ngaji seperti biasa di sebelum subuh yakni yang diajari oleh guru saya yang selalu membimbingku yakni KH Sholeh Sahal beliuau bertkata “pak Ali Aziz itu ceramahnya bagus dan tulisannya bagus karena mungkin beliau sudah sangat sering nulis. “ lalu saya berfikir bahwa professor yang bertempat tinggal di Siwalan Kerto Tengah itu memang ahli dalam beretorika ternyata bisa juga marah , namun kemarahannya hanya seperti memberikan sangsi yang lucu yakni bersujud sebelum duduk untuk menerima kuliah teknik khitobah, nah ini yang saya herankan , tidak biasanya mantan Fakultas dakwah memberikan sangsi seperti itu.
Disaat saya menahan tertawa dan menahan dahaga rasanya tidak terasa meskipun tenggoroan dalam keadaan kering. Ketika melihat teman saya Faizin Muhammad bersujud di hadapan bangku bangku dan kursi yang kosong yang hendak mau didduduki, namun sebelum rekan saya duduk ternyata disyop drngan perkataan yang dilontarkan oleh dosen yang lagi kesal dengan mahasiswanya yang terlambat. Beliau berkata “ sudah jam berapa sekrang , ayo sujud di sambil bersepatu , agar saya gak marah karemna kamu terlambat.
Dengan perkataan yang di ucapkan seperti orang kesurupan wajah yang merah berkaca mata , saya menilai tak kusangka professor yang berjenggot putih memarahi mahasiswanya dengan seperti itu.
Terkejut menyaksikan dosen saya yang sedang menahan kemarahannya, setelah itu saya melihat seorang pembimbing sekaligus sebagai guru yang saya idolakan ternyata mampu menghentinkan emosinya, Ketika mahasiswa datang terlambat. Sungguh perasaan kaget saya sampai sekarang masih terasa. Saya mengira bahwa orang pintarpun seperti Prof Ali Aziz ternyata bisa juga marah.
Dengan ekspresi wajah yang mengumam dan berkaca mata miring, seakan akan seperti bukan Prof Ali, yang saya kenal selama ini, yang orangnya lemah lembut dan penyayang bagi anak didiknya, tidak suka marah, ternyata saya ingat minggu lalu pada hari yang seperti biasanya, selasa pukul 12.20 wib, dengan cuaaca yang sangat panas setalah berjalan dari masjid Ulul albab setelah melaksanakan sholat duhur berjamaah dengan terik panas matahari yang menyinari bumi dengan lambat laun awan awan terhembus angin pria hebat itu berjalan dari tempat pengimaman menuju ke pintu keluar Masjid Ulul albab, untuk mengambil sepatu yang biasa ia gunakan untuk mengajar mahasiswa Uin Sunan Ampel fakultas Dakwah .
Dosen yang terkenal dengan ilmu Retorikanya itu, saya ingat pada saat saya ngaji seperti biasa di sebelum subuh yakni yang diajari oleh guru saya yang selalu membimbingku yakni KH Sholeh Sahal beliuau bertkata “pak Ali Aziz itu ceramahnya bagus dan tulisannya bagus karena mungkin beliau sudah sangat sering nulis. “ lalu saya berfikir bahwa professor yang bertempat tinggal di Siwalan Kerto Tengah itu memang ahli dalam beretorika ternyata bisa juga marah , namun kemarahannya hanya seperti memberikan sangsi yang lucu yakni bersujud sebelum duduk untuk menerima kuliah teknik khitobah, nah ini yang saya herankan , tidak biasanya mantan Fakultas dakwah memberikan sangsi seperti itu.
Disaat saya menahan tertawa dan menahan dahaga rasanya tidak terasa meskipun tenggoroan dalam keadaan kering. Ketika melihat teman saya Faizin Muhammad bersujud di hadapan bangku bangku dan kursi yang kosong yang hendak mau didduduki, namun sebelum rekan saya duduk ternyata disyop drngan perkataan yang dilontarkan oleh dosen yang lagi kesal dengan mahasiswanya yang terlambat. Beliau berkata “ sudah jam berapa sekrang , ayo sujud di sambil bersepatu , agar saya gak marah karemna kamu terlambat.
Dengan perkataan yang di ucapkan seperti orang kesurupan wajah yang merah berkaca mata , saya menilai tak kusangka professor yang berjenggot putih memarahi mahasiswanya dengan seperti itu.
Senin, 30 Maret 2015
Komunikasi Efektif
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Modal yang
paling berharga untuk bekerja sama dengan orang lain yakni terwujudnya untuk
saling berkomunikai dengan baik. Dan komunikasi yang efektif memungkinkan
tercapainya tujuan berkomunikasi.
Komunikasi
merupakan salah satu hal yang terpenting dalam kehidupan. Kesuksesan dan
kegagalan seseorang dalam hidupnya dapat terpengaruhi oleh efek komunukasinya
terhadap orang lain, dengan komunikasi kepercayaan seseorang terhadap orang
lain dapat tumbuh sehingga untuk mengetahui seseorangpun mudah dilakukan.
Tujuan
berkomunikasi tersebut, antara lain mengubah sikap, pendapat, perilaku dan
masyrakat. Dengan demikian, menerapkan komunikasi yang efektif sangat penting.
Everett M. Rogers
Mengemukakan komunikasi merupakan proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber
kepada suatu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku
mereka.[1]
Menurut Martin
& Anderson, 1968, komunikasi tidak dapat dimengerti kecuali sebagai proses
dinamis dimana pendengar dan pembicara, pembaca dan penulis bertindak secara
timbal balik, pembicara bertindak memberikan sensor stimulus pendengar secara
lansung dan tidak langsung, pendengar bertindak memberikan stimulus dengan
menerimanya, menyimpannya dengan arti memanggil image di pikiran, kemudian
menguji image tersebut melawan informasi yang disampaikan dan perasaan dan
cepat atau lambat bertindak atas image tersebut.[2]
Komunikasi
berawal dari gagasan yang ada pada seseorang. Gagasan itu diolahnya menjadi
pesan dan dikirimkan melalui media tertentu kepada orang lain sebagai penerima.
Penerima menerima pesan, dan sesudah mengerti isi pesan itu kemudian menanggapi
dan menyampaikan tanggapannya kepada pengirim pesan. Dengan menerima tanggapan
dari isi penerima pesan itu, pengirim pesan dapat menilai efektifkah pesan yang dikirimkan. Berdasarkan tanggapan
itu, pengirim dapat mengetahui apakah pesannya dimengerti dan sejauh mana
pesannya dimengerti oleh orang-orang yang dikirimkan pesan itu.[3]
Berkomunikasi
tidak harus dilakukan dengan kata-kata tetapi juga bisa menggunakan gerak mimik
tubuh seperti mengedipkan mata, tersenyum dll, tetapi pesan komunikasi akan
diterima oleh komunikan apabila komunikan dapat memahami atau mengerti apa yang
komunikator sampaikan.
Setiap
komunikator pastinya menginginkan pesan yang disampaikan dapat diterima dan
dipahami oleh komunikan. Seiring dengan perkembangan zaman kita sangat perlu
bagaimana cara berkomunikasi secara efektif. Karena dengan berkomunikasi secara
efektif kita tidak akan kalah saing dengan Negara lain.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa pengertian komunikasi efektif, serta apa
unsur-unsur komunikasi ?
2.
Bagaimana berkomunuikasi yang efektif ?
C.
Tujuan
1.
Untuk mengetahui pengertian komunikasi efektif,
serta unsur-unsur komunikasi efektif
2.
Untuk mengetahui bagaimana berkomunikasi
efektif
BAB II
A.
Pengertian Komunikasi Efektif
Komunikasi
efektif adalah komunikasi yang mampu menciptakan kecocokan antara pesan yang
diterima oleh komunikan dengan pesan yang dikirim oleh komunikator sehingga
pesan tadi dapat ditindak lanjuti dengan tepat.[4]
Menurut T.A Lathief Rousydy (1989:91), komunikasi efektif ialah komunikasi yang
berhasil mencapai sasaran dengan feedback yang positif.
Komunikator
berhasil secara efektif memberikan pengertian kepada komunikan, sehingga ia
mempunyai pengertian yang sama dengan komunikator tentang pesan yang
disampaikan. Selanjutnya, komunikator berhasil merubah tingkah laku komunikan
sesuai dengan rencana semula.
B.
Unsur-unsur Komunikasi Efektif
Unsur-unsur yang berperan dalam
membangun sebuah komunikasi, yaitu:
1.
Komunikator, berfungsi sebagai pengirim pesan.
Komunikator dapat terdiri dari personal
ataupun sekelompok orang.
2.
Komunikan, adalah orang yang menerima pesan
dari komunikator. Komunikan juga terdiri dari seorang saja ataupun sekelompok
3.
Pesan, merupakan sesuatu yang disampaikan
komunikator tertuju kepada komunikannya. Pesan dapat berupa gambar, mimik muka,
suara dll. isi pesan antara lain hiburan, perintah dan ilmu pengetahuan.
4.
Sarana, dapat berupa surat, facsimile,
telephon, surat kabar, radio, internet, proyektor dll.
5.
Efek, apa yang terjadi pada penerima setelah
ia menerima pesan tsb. Misalnya penambahan pengetahuan (dari tidak tahu menjadi
tahu), terhibur, perubahan sikap (dari tidak setuju menjadi setuju), perubahan
keyakinan, perubahan perilaku (dari tidak bersedia membeli barang yang
ditawarkan menjadi bersedia membelinya, atau dari tidak bersedia memilih partai
politik tertentu menjadi bersedia memilihnya dalam pemilu), dan sebagainya.[5]
6.
Umpan balik, masukan-masukan yang diterima
oleh komunikator dalam proses komunikasi yang berfungsi untuk melihat sejauh
mana suatu pesan yang diterima komunikan cocok dengan maksud komunikator yang
sebenarnya. Umpan balik tidak hanya berasal dari komunikan tapi juga bersal
dari unsur pesan dan unsur media.
7.
Lingkungan, menurut Hafied Cangara, factor
lingkungan dibedakan menjadi 4 golongan, yaitu lingkungan fisik, social budaya,
psikologi dan dimensi waktu. Lingkungan fisik mencakup keadaan geografis suatu
tempat, jarak antara komunikator dan komunikan juga sarana komunikasi yang
dipakai. Lingkungan social budaya meliputi bahasa yang digunakan, kepercayaan,
adat istiadat yang berlaku serta status social baik komunikator maupun
komunikan. Lingkungan psikologis, antara lain ucapan tertentu yang berpotensi
menyakiti hati komunikan, keaktualan materi yang disampaikan, ketepatan materi
dengan usia komunikan dll. sementara dimensi waktu merupakan situasi yang
menunjukkan kapan saat yang paling tepat untuk melakukan komunikasi.
C.
Syarat-syarat komunikasi efektif
1.
Menciptakan suasana yang menguntungkan
2.
Menggunakan bahasa yang mudah ditangkap dan
dipahami
3.
Pesan yang disampaikan dapat menggugah
perhatian atau minat di pihak komunikan
4.
pesan dapat menggugah kepentingan dipihak
komunikan yang dapat menguntungkannya[6]
Wilbur Schramm
merumuskan efektifitas komunikasi (the condition of success in communication)
dari sudut pesan:
1.
Pesan harus direncanakan dan disusun
sedemikian rupa sehingga dapat menarik perhatian komunikan
2.
Pesan harus menggunakan lambang-lambang
tertuju kepada pengalaman yang sama antara komunikator dan komunikan, sehingga
sama-sama dimengerti
3.
Pesan harus membangkitkan kebutuhan pribadi
komunikan dan menyarankan beberapa cara memperoleh kebutuhan tersebut
4.
Pesan harus berisi cara untuk memperoleh
kebutuhan terebut sesuai dengan situasi kelompok dimana komunikan berada pada saat
ia digerakkan untuk memberikan tanggapan yang dikehendaki.
Efektifitas
komunikasi dari segi waktu:
1.
Waktu yang tepat untuk menyampaikan sesuatu
pesan
2.
Bahasa yang harus dipilih agar pesan dapat
dimengerti dengan tepat dan benar
3.
Sikap dan nilai yang harus ditampilkan
4.
Jenis kelompok dimana komunikasi akan
dilaksanakan
Efektifitas
komunikasi dinilai dari sudut komunikan. Menurut Chester I. Barnard, seseorang
akan dapat menerima sebuah pesan, hanya kalau terdapat 4 kondisi berikut secara
stimulant:
1.
Ia benar-benar mengerti pesan komunikasi
2.
Pada saat ia mengambil keputusan, ia sadar
bahwa keputusannya itu sesuai dengan tujuan
3.
Pada aat ia mengambil keputusan, ia juga sadar
bahwa keputusannya itu berkaitan dengan kepentingan pribadinya
4.
Ia mampu untuk menjalaninya, baik secara
mental maupun fisik
Berkaitan
dengan hal diatas, Cultip dan Center dalam bukunya Effective Public
Relations mengatakan, setiap komunikator harus ingat beberapa fakta
berikut:
1.
Bahwa komunikan terdiri dari orang-orang
hidup, bekerja dan bermain satu sama lain dalam jaringan lembaga social. Karena
itu setiap orang adalah subyek bagi berbagai pengaruh, diantaranya adalah
pengaruh dari komunikator
2.
Bahwa komunikan membaca, mendengar dan
menonton komunikasi yang menyajikan pandangan hubungan pribadi yang mendalam.
3.
Bahwa tanggapan yang diinginkan komuniktor
harus menguntungkan komunikan. Jika tidak akan memberikan tanggapan.[7]
Kunci
menciptakan komunikasi yang efektif, yaitu berusaha mengetahui segala sesuatu
tentang komunikan. Komunikan merupakan unsur komunikasi yang penting sebab
darinyalah komunikator berharap pesan dapat diterima dan kemudian dapat
ditindak lanjuti sesuai dengan tujuan berkomunikasi. Harus diinsafi bahwa
komunikan adalah seorang manusia yang juga mempunyai banyak kebutuhan yang
harus di penuhi. Kebutuhan tersebut antara lain kebutuhan akan informasi,
kebutuhan berbagi rasa, dan kebutuhan mengembangkan wawasan. Untuk itu,
komunikasi harus mampu menjawab kebutuhan komunikan sebuah pesan tadi. Seorang
komunikan akan menerima sebuah pean hanya kalau terdapat empat kondisi, yaitu
ia dapat benar benar mengerti pesan pesan tersebut. Pada saat ia mengambil keputusan,
ia sadar bahwa keputusannya itu sesuai dengan tujuannya. Pada saat ia mengambil
keputusan, ia sadar bahwa keputusannya itu bersangkutan dengan kepentingan
pribadinya, ia mampu untuk menepatinya secara mental maupun secara fisik.
Soal cara
(kaifiyah), dalam Al-Quran dan Al-Hadits ditemukan berbagai panduan agar
komunikasi berjalan dengan baik dan efektif. Kita dapat mengistilahkannya
sebagai kaidah, prinsip, atau etika berkomunikasi dalam perspektif Islam.
Kaidah, prinsip, atau etika komunikasi Islam ini merupakan panduan bagi kaum
muslim dalam melakukan komunikasi, baik dalam komunikasi intrapersonal,
interpersonal dalam pergaulan sehari hari, berdakwah secara lisan dan tulisan,
maupun dalam aktivitas lain.
1) AL-QURAN
Dalam
berbagai literatur tentang komunikasi Islam kita dapat menemukan
setidaknya enam jenis gaya bicara atau pembicaraan (qaulan) yang dikategorikan
sebagai kaidah, prinsip, atau etika komunikasi Islam, yaitu
a.
Qaulan Sadida (perkataan
yang benar, jujur)
QS. An Nisa ayat 9
وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا
خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا
قَوْلا سَدِيدًا
“Dan
hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan
keturunan yang lemah dibelakang mereka, yang mereka khawatirkan terhadap
(kesejahteraannya)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah
dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar (qaulan sadida)”.(Q.S.
an-Nisa’ :09)
2. Qaulan
Baligha (tepat sasaran, komunikatif, to the point, mudah dimengerti)
QS. An Nisa ayat 63
أُولَئِكَ الَّذِينَ يَعْلَمُ اللَّهُ مَا فِي قُلُوبِهِمْ فَأَعْرِضْ
عَنْهُمْ وَعِظْهُمْ وَقُلْ لَهُمْ فِي أَنْفُسِهِمْ قَوْلا بَلِيغًا
“Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang
di dalam hati mereka. karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah
mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka Qaulan Baligha –perkataan yang
berbekas pada jiwa mereka”. (QS. An-Nisa’ : 63)
3. Qaulan
Ma’rufa (perkataan yang baik)
QS. Al Ahzab ayat 32
يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِنَ النِّسَاءِ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ
فَلا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ
قَوْلا مَعْرُوفًا
“Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti
wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam
berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya] dan
ucapkanlah Qaulan Ma’rufa –perkataan yang baik.”(QS. Al-Ahzab: 32)
4. Qaulan
Karima (perkataan yang mulia)
QS. Al Isra’ ayat 23
وَقَضَى رَبُّكَ أَلا تَعْبُدُوا إِلا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ
إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاهُمَا فَلا
تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلا كَرِيمًا
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah
selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang
diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu,
maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan
jangan engkau membentak keduanya dan ucapkanlah kepada keduanya perktaan yang
baik”.(QS. Al-Isra’: 23)
Dari ayat tersebut jelas bahwa kita diperintahkan untuk
mengucapkan perkataan yang baik atau mulia karena perkataan yang baik dan benar
adalah suatu komunikasi yang menyeru kepada kebaikan dan merupakan bentuk
komunikasi yang menyenangkan.
5. Qaulan
Layyinan (perkataan yang lembut)
QS.
Thaha ayat 43-44
اذْهَبَا إِلَى فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَى
فَقُولا لَهُ قَوْلا لَيِّنًا لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَى
“Pergilah
kamu berdua kepada Fir’aun karena benar-benar dia telah melampaui batas. Maka
berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut,
mudah-mudahan dia sadar atau takut” (QS.at-Thaha
43-44)
Dari ayat tersebut maka dapat ditarik kesimpulan
bahwa Qaulan Layina berarti pembicaraan yang lemah-lembut,
dengan suara yang enak didengar, dan penuh keramahan, sehingga dapat menyentuh
hati maksudnya tidak mengeraskan suara, seperti membentak, meninggikan
suara. Siapapun tidak suka bila berbicara dengan orang-orang
yang kasar. Rasullulah selalu bertuturkata dengan lemah lembut, hingga setiap
kata yang beliau ucapkan sangat menyentuh hati siapapun yang mendengarnya.
Dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan, yang dimaksud layina ialah
kata kata sindiran, bukan dengan kata kata terus terang atau lugas, apalagi
kasar.
Ayat di atas adalah perintah Allah SWT kepada Nabi
Musa dan Harun agar berbicara lemah-lembut, tidak kasar, kepada Fir’aun.
Dengan Qaulan Layina, hati komunikan (orang yang diajak
berkomunikasi) akan merasa tersentuh dan jiwanya tergerak untuk menerima pesan
komunikasi kita.
Dengan demikian, dalam komunikasi Islam, semaksimal
mungkin dihindari kata-kata kasar dan suara (intonasi) yang bernada keras dan
tinggi. Allah melarang bersikap keras dan kasar dalam
berdakwah, karena kekerasan akan mengakibatkan dakwah tidak akan berhasil malah
ummat akan menjauh. Dalam berdoa pun Allah memerintahkan agar kita memohon
dengan lemah lembut, “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan
suara yang lemah lembut, sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang
melampaui batas,” (Al A’raaf ayat 55)
6. Qaulan
Maysura (perkataan yang ringan)
QS. Al Isra’ ayat 28
وَإِمَّا تُعْرِضَنَّ عَنْهُمُ ابْتِغَاءَ رَحْمَةٍ مِنْ رَبِّكَ تَرْجُوهَا
فَقُلْ لَهُمْ قَوْلا مَيْسُورًا
”Dan jika kamu berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat
dari Tuhannya yang kamu harapkan, maka katakanlah kepada mereka Qaulan Maysura
–ucapan yang mudah”.
2)
Maqola
Di dalam perkataan orang arab juga ditemukan
prinsip-prinsip etika komunikasi, bagaimana Rasulullah saw mengajarkan
berkomunikasi kepada kita. Berikut maqola :
1.
Pertama, Qulil haqqa
walaukana murran (katakanlah apa yang benar walaupun pahit rasanya)
2.
Kedua, falyakul khairan
au liyasmut (katakanlah bila benar kalau tidak bisa, diamlah).
3.
Ketiga, laa takul qabla
tafakur (janganlah berbicara sebelum berpikir terlebih dahulu).
4.
Keempat, Nabi menganjurkan
berbicara yang baik-baik saja, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi
Dunya, “Sebutkanlah apa-apa yang baik mengenai sahabatmu yang tidak
hadir dalam pertemuan, terutama hal-hal yang kamu sukai terhadap sahabatmu itu
sebagaimana sahabatmu menyampaikan kebaikan dirimu pada saat kamu tidak hadir”.
5.
Kelima, selanjutnya Nabi saw
berpesan, “Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang…yaitu
mereka yang memutar balikan fakta dengan lidahnya seperti seekor sapi yang
mengunyah-ngunyah rumput dengan lidahnya”. Pesan Nabi saw tersebut bermakna
luas bahwa dalam berkomunikasi hendaklah sesuai dengan fakta yang kita lihat,
kita dengar, dan kita alami.
Prinsip-prinsip etika tersebut, sesungguhnya dapat
dijadikan landasan bagi setiap muslim, ketika melakukan proses komunikasi, baik
dalam pergaulan sehari-hari, berdakwah, maupun aktivitas-aktivitas lainnya.[8]
E.
Faktor-faktor Menciptakan
Komunikasi Efektif
Factor utama yang perlu
diperhatikan dalam menciptakan komunikasi yang efektif meliputi;
1.
Faktor komunikator, komunikator yang baik
mendukung terciptanya komunikasi yang efektif. Seorang komunikator harus dapat
dipercaya dan mempunyai daya tarik bagi komunikannya. Kepercayaan dan daya
tarik tadi penting demi pencapaian tujuan berkomunikasi. Tingkat kepercayaan
komunikan terhadap komunikator antara lain diperoleh dari wewenang yang
dimiliki komunikator, derajat keahlian komunikator, hingga keobjektifan wawasan
komunikator. Misalnya saat mendiagnosis suatu penyakit, perkataan seorang
dokter lebih dipercaya kebenarannya dari pada perkataan tukang jual obat
pinggir jalan dll. dengan adanya kepercayaan komunikan terhadap komunikator,
akan meyakinkan komunikan untuk mempercayai kebenaran pesan yang disampaikan
oleh sang komunikator. Daya tarik komunikator dapat diupayakan melalui
kepribadian yang tegas, ekspresi yang meyakinkan dan tepat serta rasa percaya
diri. Selain itu, daya tarik komunikator juga dapat diperoleh melalui
pengupayaan kesamaan antara komunikator dengan komunikannya, khususnya kesamaan
ideology dari pada kesamaan demografi.
2.
Komunikan, kunci komunikasi yang efektif,
yaitu berusaha mengetahui segala sesuatu tentang komunikan. Komunikan merupakan
unsur komunikasi yang penting sebab darinyalah komunikator berharap pesan dapat
diterima dan kemudian dapat ditindaklanjuti sesuai dengan tujuan berkomunikasi.
Harus diinsafi karena komunikan juga manusia yang mempunyai banyak kebutuhan
yang harus dipenuhi diantaranya ialah kebutuhan informasi, kebutuhan berbagi
rasa dan kebutuhan mengembangkan wawasan. Seorang komunikan akn dapat menerima
sebuah pesan hanya kalau terdapat 4 kondisi, yaitu ia dapat dan benar-benar
mengerti pesan tersebut. Pada saat ia mengambil keputusan, ia sadar bahwa
keputusannya itu sesuai dengan tujuan. Pada saat ia mengambil keputusan, ia
sadar bahwa keputusannya itu bersangkutan dengan kepentingan pribadinya, ia
mampu menepatinya baik secara mental maupun secara fisik.
3.
Pesan, merupakan suatu hal yang disampaikan
oleh komunikator kepada komunikan. Pesan seyogyanya selaras dengan ekspresi
atau tindakan yang dimunculkan. Contoh sederhana seseorang yang berlari-lari
membawa parang dengan diacung-acungkan sambil berteriak minta tolong, jelas
tidak aka nada yang datang menolong sebab orang-orang di sekitarnya justru
menjadi ketakutan.
D.
Langkah-langkah menuju Komunikasi
Efektif
Untuk menuju arah komunikasi
efektif maka diperlukan melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
1.
Mengembangkan wawasan
Seorang komunikator hendaknya seorang yang
cakap dan memiliki wawasan yang luas
sehingga dapat mendongkrak rasa percaya diri komunikator. Maka dengan
sendirinya akan memperlancar jalannya komunikasi. Seorang yang berwawasan luas
dapat dilihat dari cara ia berbicara dan menyampaikan pertanyaan. Wawasan dapat
diperluas melalui membaca, pengalaman, mendengarkan dari orang lain dan
sebagainya.
2.
Menggunakan bahasa tubuh
Penggunaan bahasa tubuh mendukung lancarnya
komunikasi. Sebagian besar isyarat komunikasi dasar sama di seluruh dunia.
·
Menggeleng tanda tidak setuju
·
Mengangguk tanda setuju
·
Mengernyitkan dahi saat berpikir atau
menyelidik
Bahasa tubuh yang mecerminkan emosi
yang sedang dialami dan kepribadian orang yang bersangkutan.
·
Orang yang jengkel akan menggosok-gosok
tengkuk bagian belakang
·
Menyesali kekhilafannya akan memukul-mukul kepalanya
dengan tangannya sendiri
·
Orang dewasa saat berbicara menyilangkan jari
di bibirnya hingga hidung dianggap sedang sedang berbohong.
Demikian pentingnya bahasa tubuh
dalam berkomunikasi karena menggunakan bahasa tubuh dengan tepat akan menambah
daya tarik pembicaraan dan menambah keyakinan sang komunikator sehingga tampak
berwibawa.
3.
Menjaga kontak mata dan jarak berbicara
Menjaga kontak mata dan jarak berbicara sangat
berpengaruh untuk mencapai komunikasi yang efektif.
·
Seseorang yang tidak menatap lawan bicaranya
dapat diartikan menganggap remeh atau membencinya
·
Pandangan hampa satu detik dicadangkan untuk
hal-hal dan orang yang tidak begitu menarik hati kita, pandangan yang demikian
dapat diartikan meremehkan lawan bicara
·
Pandangan dua detik yang biasa dianggap sopan
dan menyenangkan bagi orang lain dalam banyak keadaan. Pandangan ituu dengan
tenang mengatakan “Saya rasa Anda layak diperhatikan.”
·
Pandangan tiga detik yang biasa menyampaikan
rasa tertarik yang pasti, pandangan seperti itu sesungguhnya memberikan kepada
orang lain pujian tidak terucapkan dan mengeluarkan undangan tanpa uar bagi
mereka untuk bergerak lebih dekat, tersenyum atau berbicara.
·
Pandangan empat detik atau lebih dapat
dianggap sebagai perbuatan membelalak yang tidak sopan.
·
Terlalu lama memandang lawan bicara bukan
simpati yang diperoleh tetapi mungkin aja ditafsirkan menantang. Biasanya orang
yang terlalu lama bertatap muka dengan lawan bicaranya saat berbicara akan
saling membuang muka sebab pandangan yang terlalu lama ini akan menimbulkan
tafsiran lain.
Memperhatikan jarak bicara juga
sangat penting untuk mencapai komunikasi yang efektif. Jarak berbicara yang
terlalu dekat kurang baik akan karena membuat risih dan terkesan tidak sopan
sedangkan jarak bicara yang jauh juga kurang baik karena pembicaraan tidak
dapat di dengar dengan baik.
Pendapat
Allan Pease bahwa jarak bercakap-cakap yang dapat diterima oleh orang kota pada
umumnya adalah 46 cm. lebih lanjut beliau membagi jarak berbicara menjadi 4
bagian, yaitu zona intim, zona pribadi, zona social dan zona umum.
·
Zona intim, berjarak 15cm-46cm. Pada zona ini
hanya orang-orang terdekat saja yang boleh memasukinya
·
Zona pribadi, berjarak 46cm-1,2m. Pada jarak
ini orang-orang bergaul dengan orang lain, misalnya teman sesame tamu pesta
·
Zona sosial, berjarak 1,2m-3,6m. jarak ini
biasanya di jaga seseorang berbica dengan orang orang asing, misalnya pelayan took,
penggali sumur dan pegawai baru
·
Zona umum berjarak lebih dari 3,6m. zona ini
di jaga saat seseorang berbicara dengan orang yang banya. Misalnya, memimpin
rapat dan berpidato
4.
Memiliki rasa humor
Humor daalah kemampuan untuk melihat
aspek-aspek yang lucu dan menyenangkan dalam hidup, tanpa mengabaikan
aspek-aspek kerasnya yang menyedihkan. Mengenai humor ini DR. Robert Anthony
membedakan menjadi 4 macam, yaitu humor yang bermusuhan, humor keunggulan,
humor memberontak terhadap kekuasaan dan humor filsafat.
·
Humor bermusuhan yaitu, humor yang membuat
ketawa dengan cara melukai orang lain. Contoh kekurangan nona usan sebagai
seorang sekretaris sebenarnya hanya tinggi badannya saja, namun sayang sekali
kelebihannnya juga hanya berat bdannya saja.
·
Humor keunggulan adalah humor yang
menertawakan rasa rendah diri orang lain. Seorang karyawan baru kebetulan
dipekerjakan pada bagian computer. Demi memenuhi tuntutan pekerjaannya, ia
mengikuti kursus computer. Pada suatu saat sang instruktur computer mengatakan.
“Untuk menggerakkan ‘petunjuk mouse’ keatas maka gerakkalah mouse
anda ke atas juga.” Nah sekarang, coba lakukanlah!” lanjut instruktur computer
lagi. Apa yang dilakukan karyawan baru tadi? Ternyata sang karyawan tadi
mengangkat mousenya! Sambil berkata, “Begini pak?”.
·
Humor yang memberontak terhadap kekuasaan,
yaitu humor yang menertawakan seseorang sehubung dengan kekuasaan yang
dimilikinya. Seorang karyawan merasa sebal dengan bagian personalia gara-gara
ditegur karena masuk kantor terlambat 3 menit. Keesokan harinya karyawan tadi
mengirimkan surat kepada bagian personalia yang menanyakan kenapa bagian
personalia tidak berani menegur bapak pimpinan yang sering kali masuk
terlambat. Bahkan bila pimpinan datang justru disambut dengan senyum yang
ramah. Setelah membaca surat itu, bagian personalia mengirim surat tadi kembali
kepada sang karyawan. Di bagian bawah surat tersebut ditulis: “Jangan geram
Saudara, dendammu sudah terbalas, sebab hari ini saya dengar bapak pimpinan
habis-habisan dimarahi oleh istrinya, gara-gara terlambat pulang selama tiga
menit juga”.
·
Humor filsafat adalah humor yang menertawakan
manusia akan keterbatasannya dan keinginannya yang jujur. Humor ini adalah
humor taraf tinggi yang dapat dirasakan oleh orang-orang yang matang dan peka.
Seorang pimpinan menerangkan betapa kuatnya arus listrik pada alat yang baru
dibeli perusahaan. Pimpinan tadi berkata, “Berhati-hatilah pada saat
menggunakan alat ini.” Sebab, dengan arus listrik sebesar ini mampu membuat
seekor kuda pingsan!” Kemudian, salah satu pegawai yang merasa khwatir nyeletuk,
Ah bapak, bukannya saya membantah, tetapi kami adalah orang-orang skeptis, jadi
coba Bapak pegang arus itu! Biar kami tahu apa akibatnya bila arus sebesar itu
mengenai manusia!”
Humor memberikan kekuatan
tersendiri pada sebuah komunikasi. Dengan menggunakan humor, ilustrasi yang
dipakai menjadi semakin jelas. Humor dapat berupa ucapan langsung ataupun
sebuah cerita tentang pengalaman hidup pribadi maupun orang lain. Komunikasi
yang disertai humor akan lebih segar dan menyenangkan. Oleh karena itu,
komunikator yang memilki rasa humor memiki daya tarik yang besar bagi
komunikannya.
5.
Memiliki rasa empati
Menurut Eric Maisel Empati adalah kecakapan
untuk memahami perasaan-perasaan dan pikiran-pikiran orang lain. Adapun salah
satu cara menumbuhkan kemampuan empati, yaitu dengan cara menjadi pendengar
yang baik. Kemampun mendengar yang baik merupkan separuh dari kemampuan
berkomunikasi yang baik. Menjadi pendengar yang baik adalah langkah pertama
kearah komunikator yang mahir.
E.
Gangguan (hambatan) komunikasi
Melakukan
komunikasi yang efektif tidaklah mudah. Pada umum nya, komunikasi tadi
menggalami gangguan pada unsur unsur penyusunnya gangguan tadi menyebabkan
pesan yang dikirim tidak sampai pada komunikan atau ketidak cocokan antara
pesan yang dikirim oleh komunikator dengan pesan yang diterima oleh komunikan.
Gagguan komunikasi dibedakan atas tujuh macam ganggguan, yaitu gangguan teknis,
semantic, psikologi, rintangan fisik atau organic, rintangan status, rintangan
kerangka berpikir dan rintangan budaya.
1.
Gangguan Tekhnis
Gangguan teknis terjadi pada sarana
berkomunikasi. Gangguan sarana dapat saja terjadi pada komunikator, komunikan ataupun
kedua-duanya. Misal, gangguan ponsel, rusaknya OHP saat digunakan untuk
presentasi, televise yang mengalami gangguan suara atau gambardan suaana yang
gaduh saat seorang sedang berbicara
2.
Sementik
Merupakan gangguan berkomunikasi akibat
kesalahan bahasa yang digunakan. Gangguan ini disebabkan oleh banyaknya istilah
asing yang digunakan oleh komunikator, bahasa yang berbeda antara komunikator
dengan komunikan, adanya makna konotatif dan makna denotatif, latar belakang
budaya yang berbeda dll.
3.
Psikologi
Merupakan gangguan yang dialami karena keadaan
di dalam diri baik komunikator maupun komunikan. Contoh, adanya prasangka buruk
terhadap komunikator, keadaan yang kurang mendukung seperti kejiwaan, misalnya
berduka dan stress.
4.
Rintangan fisik atau organik
Rintangan yang disebabkan oleh kondisi
geografis dan kondisi fisik pelaku komunikasi. Gangguan ini berupa cacat badan
pada pada komunikan atau komunikator, misalnya tuli, buta, berikutnya adalah
keadaan alam yang terpencil, jauhnya jarak antara komuniktor dengan
komunikator.
5.
Rintangan status
Rintangan yang disebabkan oleh perbedaan
status antara komunikator dengan komunikan. Perbedaan status ini antara lain
perbedaan status perkawinan, misanya janda/duda, sudah menikah atau belum
menikah, perbedaan ststus kebangsawanan, pimpinan dengan bawahan dan
sebagainya. Perdedaan ini menyebabkan dalam berkomunikasi harus
mempertimbangkan etika yang berlaku. Tanpa disadari, perbedaan status sangat
mengganggu proses komunikasi, apalagi sebagai orang timur yang masih menjunjung
tinggi tradisi-tradisinya.
6.
Rintangan kerangka berpikir
Gangguan yang berasal dari perbedaan tanggapan
antara komuniktor dengan komunikan. Biasanya bersal dari cara berpikir,
kematangan pengalaman, dan latar belakang pendidikan.
7.
Rintangan budaya
Gangguan akibat perbedaan budaya antara
komunikator dengan komunikan. Berupa perbedaan norma, kebiasaan, adat istiadat
dan nilai-nilai yang di yakini.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Komunikasi
dikatakan efektif jika seorang komunikator dan komunikan seimabang dan
mempunyai kebersamaan (homophily), persoalan yang sama dan tujuan yang
sama. Serta pesan yang diampaikan komunikator dapat merubah tingkah laku
komunikan sesuai yang dengan yang direncanakan atau sesuai harapan.
Misalnya,
seorang sales yang lagi mempromosikan barang yang di jualnya kepada seorang
pelanggan, kemudian pelanggan tersebut membeli barang yang ia tawarkan sesuai
dengan yang diharapkan penjual (sales) itu, dan pelangganpun merasa puas dengan
dengan barang yang dibelinya.
DAFTAR PUSTAKA
Triwidodo, Titiek. Dkk. Pengembangan
Kepribadian Sekretaris, Grasindo, Jakarta, 2004
Hardja, Agus M. Komunikasi
Intrapersonal dan Interpersonal, Kanisius, Yogyakarta, 2003
Ardianto, Elvinaro. Dkk. Filsafat
Ilmu Komunikasi, Simbiosa Rekatama Media, Bandung, 2009
Mulyana, Deddy. Ilmu Komunikasi,
Rosda, Bandung, 2000
Aziz, Moh. Ali. Ilmu Pidato, T.P,
Surabaya, 2015
[1]
Deddy Mulyana, Ilmu Komunikasi, (Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2010),
h.69
[2]
Elvinaro Ardianto, Bamang Q-Anees, Filsafat Ilmu Komunikasi, (Bandung:
simbiosa Rekatama Media, 2009),h.19
[3]
Agus M. Hardjana, Komunikasi Intrapersonal dan Interpersonal, (Yogyakarta:
Kanisius,2003), h.10-11
[4]
Titiek Triwidodo, Djoko Kristanto, Pengembangan Kepribadian Sekretaris,
(Jakarta: PT. Grasindo, 2004), h. 109
[5]
Deddy Mulyana, Ilmu Komunikasi, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2000),
h.71
[6]
http://farhathuseinalatas.blogspot.com/2012/05/034syarat-syarat-untuk-berkomunikasi.html?m=1
[7]
Moh. Ali Aziz, Ilmu Pidato, (Surabaya: TP, 2015),h.21-22
[8]
http://follyakbar.blogspot.com/2012/11/ayat-dan-hadits-tentang-komunikasi.html
Langganan:
Postingan (Atom)