Minggu, 03 Mei 2015

Guruku idolaku


Melewati hujan dari dukuh Kupang islamic center menuju uin sunan Ampèl Surabaya yakni kampus tercintaku, kampus yang masih dalam keadaan pembangunan tuwin Tower uinsa, dengan sepeda motor milik teman saya yang kubawa ke islamic center untuk menghadiri rapat lptq jatim,  dan menemui guruku kh dzul Khilmi,  dengan semangatnya saya menuju kesana tanpa berkaos kaki dan langsung menemui kh yang bertempat di jl. Masjid ampel no 5,  setelah usai dari islamic center melihat jam tanganku dan jarum jam terarah pada pukul 11:30.  Akhirnya saya bergegas meninggalkan tempat karena saya mempunyai kewajiban untuk kuliah, Sebelum saya bergegas ke kampus saya berpamitan kpd guru dan memohon ijin untuk kembali ke kampus uinsa, kemudian saya berjabat tangan dan sungkem kpd kiyai, lalu berangkatlah menuju parkiran dan menaiki motor yang akan kukendarai ke kampus, setelah sampai di depan kampus seter sepeda motor yg kubelokan ke kampus hijau dan di sambut dengan banjirnya kampus saya tercinta. Melihat kampus yang rusuh dan banjir akhirnya saya tdk kuat memandang kampus hijauku yg sperti ini, tak lama kemudian saya menengok jam sdh lewat pukul 12,  akhirnya kubelokan sepeda ke masjid ulul albab,  dan segera melepas sepatu Lalu pergi ketempat wudhu karena saya harus sholat dhuwur terlebih dahulu,  agar ketika saya mengikuti perkuliahan oleh allah diberikan kecerdasan,  dan saya langsung sholat.
Ketika usai sholat saya pergi ke atas kantor uptq dengan baju yg compang camping akhirnya saya mengucapkan salam " assalamualaikum " di jalan oleh sahabat saya syaiful muluk "waalaikumsalam, darimana gus, kok keliatannya kesusu gitu" saya menjawab " dari islamic center gus, waduh saya capek bener gus" sungguh rasa capeku sperti orang yang kerja berat. Saya duduk sebentar kemudian saya menengok jam tanganku tepat pada 12 25,  tamatlah pasti saya di hukum oleh prof ali habis ini,jantungku berdetak lebih kencang sperti bunyi bedug masjid ulul albab ketika menjelang sholat fardu dilaksanakan.
Akhirnya saya bergegas ke parkir motor lalu langsung tancap gas menuju fakultas dakwah,  tak lama kemudian ternyata ketika saya mau menaiki tangga saya melihat rekan saya mas Irfan ilhami yang lagi bersama-sama menuju ke kekelas untuk mengikuti perkuliahan. Dengan berjalan bersama menuju kelas hati sudah merasa ada sesuatu nnti ketika saya masuk kelas,  eh beneran ternyata saya mendapatkan hukuman pertama kali dari dosen yang aku sayangi,  yakni dengan
Bersujud dan membaca kalimat tasbih sebanyak 150 kali,  ini baru pertama kali saya mendapatkan sanksi seprti ini, luar biasa. Disaat saya melakukan sanksi yang diberi oleh dosen yang saya kagumi ini saya semangat melaksanakan hukuman ini tapi saya merasa ini bukan sebuah hukuman tapi inilah tanda rasa kasih saya prof ali kepada mahasiswanya agar tidak meremehkan waktu.
Waktu terus berjalan seprti air sungai yang mengalir sampai lautan begitu juga keringat mulai keluar dan mengalir sampai dileher dan ketika saya melakukan rukuk keringatpun menetes di lantai kelas. Dengan semangatnya saya rukuk dan mulut berkecip terus membaca kalimat tasbih. Lalu saya sujud,  dalam sujudku saya sempat menangis dalam hati karena dengan sanksi sperti ini saya harus lebih semangat. Karena disamping itu guruku ini merupakan yang luar biasa tiada lelahnya selalu memberikan motivasi kepada saya. Inilah guruku idolaku.