Minggu, 19 April 2015

Aneka Gaya bicara

ANEKA GAYA BICARA
Setiap orang mempunyai gaya komunikasi yang berbeda, disamping gaya bahasa yang berbeda logatpun juga berbeda. Maka dari itu diperlukan jurus khusus agar komunikasi anda berjalan dengan lancar sesuai apa yang diinginkan. setelah saya mengetahui pengetahuan yang seperti ini ketika saya mendengarkan bapak Dosen yang lucu yang sudah mengisi dua kali perkuliahan dikelas kami, masya allah luar biasa beliau ini. Memaparkan ciri ciri dan karakter manusia yang memiliki gaya yang berbeda. Entah saya tidak bisa membayangkan kok bisa secerdas ini dosen HML ini, ketika mataku memandang memperhatikan gerak gerik ini seorang dosen, alisku yang sebelah kanan bergerak seolah-olah seperti menari diatas dahiku, dengan gaya komunikasi yang lucu yang diperagakan oleh pak dosen sehingga saya cukup senang dan tak bosan ketika saya mendengarkan apa yang disampaikan beliau. Dengan pakaian yang digunakan dan memakai rompi switer terlihat modis sekali dosen ini seperti masih berumur 25 tahun.
Dalam benaku seketika saya memandang dan memperhatikan saya teringat keluarga saya yang hampir mirip dengan kerabat saya yang karakter parasnya seperti dosen saya ini hitam manis, dan pembedanya hanya pada badannya saja kalau keluarga saya agak kurus dan kalau dosen yang lucu ini cukup lumayan gemuk. Keasyikan pak faqih pada saat menyampaikan pesannya juga saya teringat ketika beliau mencontohkan fakta yang sering terjadi di zaman sekarang lalu mengekspresikan gerak geriknya itulah yang membuat menarik dalam penyampaiannya, disamping orangnya lucu seakan akan teman teman hanyut dalam cerita pak faqih. Dengan penyampaian pak dosen yang lucu dan manis itu teman-teman yang mengantuk pun akan hilang bahkan ketika kelas saya duduk di bangku sebelah kanan bangku kedua dari samping dengan lantai yang kotor dibawah saya tak terduga pasir dan airpun tercampur kotoran dari alas kaki yang sudah menginjak jalan dan becek sehingga kotoran tersebut masuk ke dalam kelas, kebetulan kotoran tersebut ada di bawah kaki saya, dengan kotornya kelas yang berada di bawah kaki saya itupun tak kurasakan bahkan ingin kubersihkan sampai tidak sempat karena keasyikan mendengarkan pak Faqih yang sedang menerangkan masalah gaya komunikasi.
Sayangnya ketika pak Faqih hendak menerangkan proyektor yang sudah ada di kelas kami tidak berfungsi dengan baik, beberapa kali kucoba agar supaya bisa bahkan saya mau menyerah dan pergi ke kantor akademik Fakultas Dakwah dan komunikasi, disitu saya ingin lapor bahwa kelas kami yang berada di gedung utama  Fakultas Dakwah  dan Komunikasi di lantai dua pojok sebelah kanan bahwa proyektor tidak berfungsi dengan baik, dan saya bilang kepada pak Salim atau yang biasanya saya sebut pakde karena saya sering sekali meminjam peralatan fakultas seperti Sound, Proyektor, kabel dan sebagainya jadi saya memanggil pakde. Setelah itu saya lapor “pakde proyektor di lantai 2 tidak berfungsi gambarnya muncul proyektor muncul tapi tidak conect” lalu yang menjawab bukan pakde sebab pakde lagi sibuk, terus yang menjawab ada salah satu pegawai akademik Fakultas Dakwah dan Komunikasi yang ciri-cirinya pendek putih kepalanya agak botak gak pernah senyum dan jahat lagi, orang inilah yang mau saya laporkan ke bu Dekan, saya ingin pegawai itu diganti jabatannnya atau di pecat saja sebab melayani mahasiswa tidak dengan tersenyum lalu selalu memergoki dengan kata-kata yang kasar. Orang seperti itu tidak layak jadi pegawai apalagi di Fakultas Dakwah, meskipun saya masih mahassiwa saya wajib komplain dengan pelayanan yang kurang baik. Bahkan pelayanan yang kurang baik itu tidak satu dua kali bahkan berkali kali, waduh sungguh pegawai seperti itu tidak layak masuk fakultas dakwah, semoga tulisan saya ini di baca oleh pegawai akademik fakultas dakwah.
Mangkelnya lagi pada saat saya bilang “ pak ini saya waktunya Prof. Ali, kami butuh proyektor karena yang mengisi kuliah yakni tamu dari luar atau kenalannya prof ali,” dengan saya mengatakan seperti itu, mereka sama sekali tidak memperdulikan untunngnya saya masih menahan emosi, lalu pegawai yang kurang senyum itu membantahnya “ya gak tau mas, wong di kelas sudah ada yaitu aja di pakai, kalaupun masih gak bisa coba diben erin sendiri agar bisa” dengan rasa cueknya masya allah, saya menghempaskan nafas saya menahan amarah rasa tidak terima saya ketika guru yang saya kagumi terus saya sebut mereka tidak ada peduli sama sekali. Saya ingin melawannya namun saya beristigfar, akhirnya saya kembali ke kelas dan berjalan menyusuri dan menaiki tangga menuju kelas dengan wajah saya yang penuh dengan amarah namun saya masuk kelas dengan penuh senyuman, setelah itu saya mengambil tongkat atau alat yang bisa saya gunakan untuk meng-otak-atik proyektor yang di atas, setalah saya berusaha semaksimal mungkin dan badan yang berkeringat dan menetes dari ujung rambut sampai kepala membasahi baju batiku akhirnya tetap tidak berfungsi dengan baik proyektor itu. Akhirnya teman-teman pada kecewa karena pak faqih sudah siap memaparkan dan akan memakai proyektor namun proyektor tidak mendukung jadilah perkuliahan kita tidak menggunakan proyektor. Dan alhamdulillah meskipun proyektor tidak berfungsi tapi tetapm saya dan teman-teman tetap semangat akan menerima ilmu dari pak dosen yang lucu itu yakni Pak Nasrul faqih.
Dengan dimulainya perkuliahan pak faqih memulainya dengan menyapa seperti biasanya “halo” kata pak Faqih, di jawab oleh teman-teman “hai” namun teman-teman kurang kompak dalam menjawabnya akhirnya pak faqih mengulangi lagi “halooo” teman-teman menjawab “haaaaaaaai” akhirnya pak Faqih juga tersenyum. Teman temanpun lega dan juga membalas senyumannya. Melihat di meja pak faqih terdapat buku buku karyanya uakni buku yang terlihat jauh kelihatan putih entah saya kurang tahu persis beliau membawa buku sebanyak berapa dan saya ingin sekali memilikinya saya berharap buku itu diberikan kepada saya ternyata juga diperjual belikan, akhirnya saya juga ingin membeli namun bukunya hanya terbatas dan buku-buku yang dibawah oleh pak faqih tadi habis lenyap di borong teman teman, padahal saya ingin memilikinya karena karya pak dosen yang kudambakan dan juga yang membuat senang lagi bukui itu berjudul kiat sukses menjadi Da’i, wah sungguh ini buku yang saya cari, saya ingin belajar dari buku karya pak Faqih ini, namun saya kurang cepat untuk mengambil buku ini akhirnya saya bersedih dan kecewa, tapi biarlah mungkin minggu depan akan dibawakan lagi oleh pak faqih, semoga aja beliau tidak lupa untuk membawa bukunya lagi, akhirnyan saya memesan kepada salah satu teman saya yakni yang mencatat teman-teman yang mau memesan bukunya pak faqih akhirnya saya mengacungkan diri dan saya ingin pesan bukunya pak faqih, ditulislah nama saya, namun agak sedikit lega, kemudia ketika saya duduk disamping kursi teman saya yakni ynag bernama Faizin, beliau adalah sahabat saya yang selalu menemani saya pada saat ngopi, ngobrol dan diskusi bahkan juga saya ajak ngaji dirumah saya, mas faizin ini waktu itu duduk disebelah saya dan buku karya pak faqih dia sudah mempunyainya akhirnya saya ambil dan saya lihat tanpa ijinpun saya ambil lalu saya baca sekilas judul dan isi bukunya, ternyata luar biasa isi buku itu meskipun saya belum membaca sepenuhnya, tetapi hati sudah merasa senang karena buku ini ingin saya pinjam dulu, namun buku yang saya pegang ini dirampas oleh yang punya yakni mas faizin tadi akhirnya saya bilang “zin bukunya saya pinjam dulu boleh ya\..” lalu dengan lantangnya mas Faizin menjawab “enak e ini saya beli kim, udah sana pesan nanti minggu depan akan dibawakan lagi oleh pak Faqih” terkejut saya dan terdiam. Hati saya berkata “saya harus sabar mungkin minggu depan saya bisa memiliki buku itu”.
Akhirnya saya tetap duduk dan mendengarkan pak faqih yang sedang menerangkan, pada saat itu beliau menerangkan masalah gaya komunikasi dengan karakterorang yang visual artinya orang yang memahami dengan cara melihat seperti orang yang menerangkan memakai layar dan, adalagi yang dicontohkan pak faqih jadi orang Visual itu biasanya kalau bicara cepat, jadi ketika orang berkomunikasi dengan ornag lain biasanya tipe orang visual ketika sedang menerima telpon dan berkomunikasi dengan orang lain dia menajwab dengan sangat cepat, kemudian gaya selanjutnya, kalau telepon biasanya sambil menulis padahal yang dituis itu tidak jelas atau hanaya oret-oretan belaka. Kemudian kalau ornag itu tipe visual mereka memahami dan mempercayai keyika melihat data yang valid, seperti yang di contohkan dan diperagakkan oleh dosen yang HML ini, yakni “menurut berita yang saya dengar dari koran” nah disitu dengan karakter seseorang yang visual mereka menjelaskan kepada orang lain yang sekiranya aneh, padahal koran, kenapa mereka menjelaskan mendengar dari koran, kan sebenarnya koran itu dibaca bukan didengar.
Disitulah yang saya tangkap dari penjelasan dari pak Faqih, dan masih ada lagi tentang ciri ciri, orang yang mempunyai karakter visual, orang visual itu tampilannnya rapi enak dipandang, dan cewek itu suka pria yang rapi maka jadilah orang yang rapi enak dipandang, maka kalau enak dipandang gaya komunikasi kita terhadap orang lain kan bertambah lancar dan enjoy, kalau kita meyanksikan di perkantoran-perkantoran banyak karyawan yang rapi rapi pakaiannnya, rambutnya, dan segala aspek yang bisa dipandang orang lain terihat nyaman. Dan juga kerapian seseorang itu membuat komunikan enak dan komunikasi insya allah berjalan dengan lancar, serta apa yang di harapkan dari komunikasi tersebut bisa tercapai. Sebab komunikasi sangat dinamis jika salah satu unsur komunikasi yang masioh kiurang sempurna atau yang dibiasanya kurang efektif maka perlulah gaya bahasa atau gaya penampilan yang harus dirubah.
Kalau orang Visual biasanya memahami atau mengambil keputusan berdasarkan data, dan juga ngeyel biasanya, ada seseorang yang dekat dengan saya yakni bisa saya sebut dengan teman akrab, karena orangnya ngeyel kalau diberi informasi dan selalu membantah dan menanyakan kemabali atas info yang saya beritahu, sebenarnya seseoreang yang mempunyai karakter yang seperti ini justru baik karena orang yang seperti akan dijadikan acuan atau kalau dalam ilmu komunikasi bisa dikatakan dengan debat terus dialog dan sebagainya. Karena dengan kengeyelannya membuat sang komunikator itu bingung untuk memberikan pemahaman bagaimana caranya agar orang yang saya ajak bicara benar-benar paham. Untunglah ketika saya mendengar dan memperoleh ilmu dari pak Faqih sangat berarti, karena moment seperti ini penting sekali apalagi di akhir akhir ini saya sering bertemu dengan orang-orang eksekutif atau pejabat-pejabat dan orang-orang elit guna audiensi atau presesntasi di kantor masing masing pejabat, karena saya sering bertemu dengan orang seperi itu tentunya saya harus mengetahui dan faham betul tentang gaya berkomunikasi.
Selanjutnya yakni auditoring, inilah gaya komunikasi yang berkarakter lebih sering mendengar, seperti yang saya contohkan”menurut berita yang saya dengar dari koran” itulah pokonya orang itu lebih senang lebih paham ketika berkomunikasi melalui pendengaran yang lebih jelih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar